Mengenal Sosok Sugi Bambang, Kuasai Sejumlah Olahraga Bela Diri
Latihan fisik ala Sugi Bambang Cahyono. (Foto atas) Sugi Bambang (bertopi) bersiap-siap melatih atletnya.
Latihan fisik ala Sugi Bambang Cahyono. (Foto atas) Sugi Bambang (bertopi) bersiap-siap melatih atletnya.

Rembang – Sosok pria yang satu ini boleh dibilang merupakan atlet bela diri serba bisa. Tak hanya menggeluti cabang olahraga tinju, tetapi juga handal dalam cabang olahraga pencak silat dan Muaythai.

Uniknya lagi, ia mampu melatih di berbagai cabang olahraga tersebut. Bahkan khusus Muaythai sudah mengantongi sertifikat kepelatihan.

Yah..namanya Sugi Bambang Cahyono. Pria berusia 27 tahun, yang tinggal di Desa Sumberejo, Rembang, belakang klentheng ini tak hanya aktif menjadi atlet, ia juga terjun di dunia kepelatihan.

“Saya kebetulan menjadi asisten pelatih Boxing, saya juga sudah lolos seleksi silat bebas. Yang Muaythai sudah dapat sertifikat resmi malah, “ tuturnya.

Menurutnya, ketika menjadi atlet, ia harus fokus sekuat tenaga meningkatkan fisik dan staminanya, agar mampu meraih juara. Sedangkan ketika di posisi pelatih, ia mesti memahami potensi seorang atlet, sehingga bisa memberikan porsi yang tepat bagi atlet untuk lebih berprestasi.

“Pelatih harus tahu porsinya atlet, kan beda-beda. Ada yang masuk level 2, level 3, pelatih harus bisa melihat itu, “ imbuh Sugi.

Sugi Bambang menambahkan selama ini cabang olahraga bela diri berlatih di ring samping Kantor KONI Kabupaten Rembang. Hanya saja karena berhimpitan dengan bak kontainer pembuangan sampah, menimbulkan bau menyengat, ia dan rekan-rekannya bergeser ke bangunan belakang kantor KONI, yang dulu pernah dipakai untuk lapangan futsal.

“Kalau masih di ring dekat bak sampah itu, mohon maaf baunya busuk sekali. Bagi saya pribadi, minimnya sarana pra sarana yang jadi PR saat ini, “ ungkapnya.

Sugi berharap Pemkab Rembang menetapkan lokasi tersebut sebagai tempat latihan bersama bela diri, sehingga mampu memompa semangat para atlet. Minimal seminggu sekali digelar latihan bareng, menurutnya akan menggairahkan cabang olahraga bela diri.

“Rasanya memang beda, antara latihan berempat berlima dengan latihan bersama. Kalau latihan bersama, kita bisa saling sharing, bisa saling melihat satu sama lain. Intinya untuk memotivasi. Kalau latihan terbatas, akhirnya cenderung malas, “ papar Sugi.

Sugi menimpali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah semula akan berlangsung tahun 2022. Mau diundur atau tidak, menurutnya akan lebih baik semua pihak menyiapkan diri dari sekarang.

Apalagi jika Pati Raya termasuk Kabupaten Rembang jadi ditunjuk tuan rumah, tentu kita tidak ingin malu di kampung sendiri. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *