Dibalik Ungkap Kasus : Apa Itu Peluru Ramset, Kok Bisa Tersangka Dapat Peluru Tajam 9 mm ??
Peluru tajam dan peluru ramset diamankan sebagai barang bukti.
Peluru tajam dan peluru ramset diamankan sebagai barang bukti.

Rembang – Dibalik pengungkapan kasus senjata api rakitan yang dibongkar Polres Rembang, terdapat barang bukti 5 butir peluru tajam kaliber 9 mm. Menurut pihak Polres Rembang, peluru ukuran ini lazim dipakai untuk senjata api jenis FN.

Saat release kasus di halaman Mapolres Rembang, hari Senin (25/10), tersangka pelaku S, dari Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur sebagai perakit senjata api beralasan peluru tajam tersebut, semula milik orang lain dan didapatkan saat dirinya berburu babi.

“Pas saya berburu babi, saya nyoba senapannya. Terus pelurunya kebawa di saku saya, “ kata S.

Kapolres Rembang, AKBP Dandy Ario Yustiawan menjelaskan tersangka S menjual senjata api rakitan kepada JW, warga Desa Tahunan, Kecamatan Sale. 5 peluru tajam itu, posisinya diisikan ke dalam senjata api rakitan.

“Peluru aktif ini, peluru FN. Kalau dibilang, yang diisikan ke dalam senjata rakitan. Jadi JW kita tangkap lebih dulu, kemudian mengembang ke tersangka S, “ terang Kapolres.

Selain 5 butir peluru tajam, polisi juga mengamankan barang bukti 16 butir peluru ramset.

Peluru jenis ini biasa digunakan untuk paku tembak beton. Meski demikian, jika disalahgunakan dan terkena tubuh manusia tetap berbahaya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *