
Sulang – Hujan deras mengakibatkan jalan raya Sulang – Gunem licin akibat endapan tanah berlumpur, diduga bekas truk pengangkut tanah uruk. Lokasi ruas jalan yang tepatnya di antara Desa Sulang dengan Desa Pomahan tersebut, rawan memicu kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Dan Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Rembang, Wiyoto menjelaskan pada Kamis sore (19/08) setelah turun hujan, pihaknya menerima laporan masyarakat yang mengeluhkan jalanan licin, sehingga mengakibatkan sejumlah pengendara sepeda motor terjatuh.
Petugas Damkar diberangkatkan untuk membersihkan ceceran tanah, dengan 1 unit mobil Damkar dan 1 truk tangki penyuplai air.
“Jam 4 sore saya terima laporan melalui telefon. Ada tanah yang tercecer di jalan. Ada 1 regu stand bye di pos, sedangkan 1 regu lain menuju lokasi (Sulang – Pomahan), “ bebernya, Jum’at (20/08).
Wiyoto memperkirakan ceceran tanah sudah terjadi sejak lama, sehingga lengket dengan aspal jalan. Apalagi ceceran tanah panjangnya mencapai hampir 1 kilo meter.
Kondisi itu mengakibatkan proses pembersihan memakan waktu cukup lama, sampai lewat tengah malam, sekira pukul 01.00 Jum’at dini hari.
“Kita berangkat habis Maghrib, menyemprot air, membersihkan tanah hingga pukul 01.00 dini hari. Tanahnya memang tebal mas, “ imbuh Wiyoto.
Sementara itu, seorang pengguna jalan, Irsyad mengaku hampir tiap hari melewati ruas jalan Sulang – Gunem. Ia juga merasa jengkel ketika perjalanannya terhambat, gara-gara banyak ceceran tanah yang memicu jalan licin.
Irsyad meminta pertanggungjawaban kepada pengelola armada truk atau siapapun pelaku kegiatan di sekitar lokasi, untuk rutin mengerahkan pekerja, khusus membersihkan ceceran tanah.
“Aktivitas monggo, sama-sama warga negara. Tapi mbok ya jangan merugikan pengguna jalan lain. Ingat, ini jalan umum lho. Kalau ada yang tewas terjatuh, nggak akan ada yang tanggung jawab. Untung pak Damkar mau membersihkan, “ keluhnya. (Musyafa Musa).

