Eks Karesidenan Pati, Kab. Rembang Tempati PPKM Level 4 Sendirian. Ternyata Ini Faktornya
Alun-Alun Rembang.
Alun-Alun Rembang.

Rembang – Kabupaten Rembang masih menyandang status daerah level 4 dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Hal itu tercantum melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 27 tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Rembang, Arief Dwi Sulistya, Selasa pagi (03 Agustus 2021) menjelaskan angka kematian akibat Covid-19 yang cukup tinggi, menjadi salah satu faktor kenapa Kabupaten Rembang masih bercokol di level 4.

“Kita belum turun levelnya, dari 3 syarat belum memenuhi, terutama kasus kematian yang masih tinggi, “ bebernya.

Ia memperinci Minggu lalu tercatat ada 35 kasus kematian, sehingga kalau dihitung dengan populasi penduduk Kabupaten Rembang, ketemu rata-rata 5,8. Padahal untuk bisa turun level, paling tinggi angka kematian dibawah 5.

Arief menambahkan PPKM level 4 tidak ada perubahan mencolok, semisal pelaku usaha bisa beroperasi sampai pukul delapan malam. Makan di tempat pada warung-warung makan juga diperbolehkan, dengan batasan 3 orang dan paling lama 20 Menit.

“Untuk kebijakan masih sama. Bukan kita yang menentukan, tapi dari pusat, “ tandas Arief.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan perpanjangan PPKM sampai tanggal 09 Agustus 2021, untuk daerah-daerah tertentu.

Di Jawa Tengah, Kabupaten Rembang bersama 22 kabupaten/kota lainnya menempati PPKM level 4. Khusus Eks Karesidenan Pati, hanya Kabupaten Rembang yang berada di level 4, sedangkan Kabupaten Pati, Blora, Kudus dan Jepara berada di level 3.

Sementara itu seorang pekerja harian di Lasem, Mahmudi mengaku tak begitu mempersoalkan status Kabupaten Rembang. Ia hanya fokus pada pekerjaannya sebagai sopir angkutan bak terbuka.

“Disuruh pakai masker, ya pakai masker. Mau level 1,2,3 atau 4 bagi rakyat kecil seperti saya, sama sekali ndak ada pengaruhnya. Yang penting kerja, buat keluarga. Bisa dapat Rp 50 Ribu sehari, disyukuri buat nyambung hidup, itu saja mas, “ kata Mahmudi. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *