Banyak Yang Mulai Capek Dan Bosan, Dinkes Tak Bosan Ingatkan Untuk Istiqomah
Bupati Rembang, Abdul Hafidz memantau pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz memantau pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah.

Rembang – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang akan mengevaluasi pembelajaran tatap muka (PTM), dengan sistem uji petik atau semacam sampling.

Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dan Pemberdayaan Kesehatan DKK, Sarwoko Mugiyono menjelaskan uji petik untuk mengetahui potensi penyebaran Covid-19 selama berlangsung pembelajaran tatap muka.

“Misalnya ada yang positif ya PTM dihentikan dulu, “ tuturnya.

Sarwoko memperinci program percontohan untuk jenjang SMA, pembelajaran tatap muka digelar di SMA N I Sulang, MAN Lasem dan SMK N I Rembang, kemudian tingkat SMP sederajat meliputi SMP N I Kragan dan MTS Sumber, sedangkan untuk SD ada 28 lokasi, masing-masing 2 sekolah setiap kecamatan.

“Jadi yang SMA itu programnya pak Gubernur, MTS sama MAN dari Kementerian Agama, sedangkan SD – SMP programnya pak Bupati, “ terang Sarwoko.

Sarwoko optimis untuk lingkungan sekolah, mereka masih menjaga standar protokol kesehatan. Tapi kalau masyarakat umum, ia mengakui kebiasaan protokol kesehatan cenderung mulai luntur.

“Pada awal-awal pandemi kebiasaan cuci tangan termasuk rajin, sekarang sudah berkurang gregetnya, “ imbuhnya.

Ia menduga masyarakat mulai capek, lelah dan bosan menghadapi pandemi Covid-19 yang terjadi sejak bulan Maret tahun 2020 lalu, sehingga akhirnya menimbulkan sikap cuek. Maka agar pandemi lekas berakhir, Pemkab Rembang tak bosan-bosannya terus mengingatkan istiqomah menjalani kebiasaan baru mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Kondisi ini yang membuat putus asa, tapi kita harus tetap istiqomah melakukan 4 M. Katakanlah dulu disiplin pakai masker, sekarang nggak mau. Sikap istiqomah mematuhi protokol kesehatan, masih sangat dibutuhkan saat ini, “ tandas Sarwoko.

Sarwoko berpendapat jika upaya protokol kesehatan dan program vaksinasi berjalan beriringan, diharapkan target pandemi akan berakhir lebih cepat bisa tercapai. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *