Rembang Menuju Kawasan Ekonomi Khusus, Warga Diingatkan Perkuat Ideologi
Edy Wuryanto memberikan sosialisasi 4 Pilar di Gedung PPNI Rembang, Selasa (16/03).
Edy Wuryanto memberikan sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Gedung PPNI Rembang, Selasa (16/03).

Rembang – Kabupaten Rembang kedepan diproyeksikan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, sehingga memungkinkan semakin banyak orang luar daerah masuk ke Kabupaten Rembang. Satu sisi, bisa memajukan perekonomian. Namun di sisi lain, masyarakat mesti mengantisipasi dampak-dampak negatif yang ditimbulkan.

Anggota Komisi IX Bidang Kesehatan Dan Ketenagakerjaan DPR RI, Edy Wuryanto menyampaikan masalah tersebut, ketika mengisi Sosialisasi 4 Pilar MPR – RI, di Gedung Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Rembang, hari Selasa (16 Maret 2021).

Ia mengamati ketika sebuah daerah menjadi pusat perekonomian, akan memicu perubahan gaya hidup dan ideologi. Maka Edy mengingatkan Pancasila yang menjadi dasar dan ideologi negara, jangan sampai goyah.

“Tak bocori sithik ya, Rembang akan menjadi pilar ekonomi Jawa Tengah bagian timur. Ketika link-link ini dibuka, banyak orang masuk. Gaya hidup berubah, ideologi berubah. Hal-hal yang baik musti tetap kita pertahankan, “ terangnya.

Edy mencontohkan pengaruh kemajuan teknologi, membuat anak-anak sekarang dengan mudah mengakses informasi melalui HP. Peristiwa di Eropa, kemudian di Timur Tengah hari ini bisa langsung diketahui. Menurutnya, globalisasi juga merupakan salah satu faktor ancaman. Jika masyarakat tidak kuat memegang teguh ideologi, maka lama kelamaan negara bisa runtuh.

“Sekarang saya tanya, anak-anak lebih banyak komunikasi dengan orang tua atau komunikasi dengan HP. Faktor globalisasi bisa membuat ideologi negara luntur. Harus hati-hati, jangan sampai negara hancur karena globalisasi, “ kata pria asal Grobogan ini.

Edy selanjutnya menyinggung tentang pelayanan kesehatan. Ia tetap optimis tenaga kesehatan di Kabupaten Rembang akan mampu memberikan pelayanan terbaik, tanpa memandang suku, agama, ras maupun antar golongan (SARA).

“Saya yakin dan percaya doktrin sebagai tenaga kesehatan yang diajarkan sejak kuliah masih tertanam, karena melayani tanpa memandang SARA adalah bentuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

1 thought on “Rembang Menuju Kawasan Ekonomi Khusus, Warga Diingatkan Perkuat Ideologi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *