Korban Tertabrak Trailer : Diketahui Satpam PLTU Dan Punya 4 Anak Yang Masih Kecil-Kecil
Kartu identitas korban tercecer di TKP kecelakaan. (Foto atas) Jenazah korban dievakuasi dari kolong truk, Kamis (05/11).
Kartu identitas korban tercecer di TKP kecelakaan. (Foto atas) Jenazah korban dievakuasi dari kolong truk, Kamis (05/11).

Kragan – Gunari (31 tahun), warga Desa Balongmulyo, Kecamatan Kragan yang meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan di jalur Pantura Desa Pandangan Kulon, Kecamatan Kragan, sehari-hari berprofesi sebagai Satpam Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke. Saat kecelakaan terjadi, ia kebetulan akan berangkat kerja.

Gunari juga dikenal merupakan relawan Unit Bantu Pertolongan Pramuka (Ubaloka). Semasa hidupnya, sering mengabdikan diri pada kegiatan sosial maupun aktivitas kemanusiaan.

Seorang rekannya di relawan Ubaloka Rembang, Syaiful Halim mengisahkan kenangan pertama kali dengan almarhum saat mengikuti geladi tangguh Ubaloka angkatan I tahun 2011 silam. Ia menilai Gunari sosok yang murah senyum dan senang membantu teman-temannya

“Kala itu beliau jadi Komandan Satuan regu 7, saya anggotanya, “ kata Halim.

Untuk aktivitas kemanusiaan, Alm. Gunari giat membantu ketika ada bencana alam banjir dan tanah longsor, termasuk saat pencarian orang tenggelam.

“Yang terakhir kita ketemu saat bedah rumah di Desa Gambiran Kecamatan Pamotan. Kami dari Ubaloka mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya, “ bebernya.

Almarhum asli Desa Sumbergayam Kecamatan Kragan, namun menikah dengan warga Desa Balongmulyo. Ia meninggalkan seorang isteri dan 4 orang anak yang masih kecil-kecil.

“Kalau nggak salah, anaknya yang pertama usia 3,5 tahun, kemudian anak kedua dan ketiga kembar berusia 2,5 tahun, sedangkan anak keempat belum genap setahun, “ imbuh Halim.

Gunari sebelumnya tertabrak truk trailer Rabu malam (04/11), ketika mengendarai Honda Supra. Diduga truk mengalami kerusakan pada kemudi. Truk menyeret korban beserta sepeda motornya, kemudian masuk ke dalam pekarangan rumah penduduk. Kemacetan panjang pun terjadi.

Maskun, seorang warga di TKP menjelaskan posisi korban dan motornya di bawah kolong truk. Semula truk akan ditarik mundur, tapi korban ikut tersangkut. Begitu pula saat truk akan didorong maju, juga masih kena korban.

Akhirnya ada orang inisiatif masuk ke dalam kolong truk, mencangkuli tanah berpasir. Kejadian kecelakaan sekira jam 11 malam, jenazah korban baru bisa dievakuasi sekira pukul 05.30 Wib.

“Posisinya tengkurap di bagian depan, belakang kabin truk. Jadi sempat putus asa, maju mundur kena jenazah korban. Habis itu, accu, per truk semua dipretheli dulu. Barulah ada orang bisa masuk, mencangkuli tanah berpasir. Sudah agak longgar, jenazah dapat ditarik, “ terangnya.

Jenazah korban dimakamkan di pemakaman umum kampung halamannya, Desa Sumbergayam Kecamatan Kragan, Kamis (05 November 2020). (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.