Karena Alasan Ini, Dua Kader Dari Rembang Layak Maju Dalam Pemilihan Ketua Umum PPP
Luqman Hakim Saifuddin, Menteri Agama kala itu (tengah) ketika diapit Taj Yasin dan Arwani Thomafi. (Insert) Pelaksana Tugas Ketua DPC PPP Kabupaten Rembang, Zaimum Umam.
Luqman Hakim Saifuddin, Menteri Agama kala itu (tengah) ketika diapit Taj Yasin dan Arwani Thomafi. (Insert) Pelaksana Tugas Ketua DPC PPP Kabupaten Rembang, Zaimul Umam.

Rembang – Dewan Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Rembang, mendorong dua orang kader PPP dari Kabupaten Rembang, untuk ikut maju meramaikan pemilihan Ketua Umum PPP.

Keduanya yakni Taj Yasin, Wakil Gubernur Jawa Tengah, putera Almarhum Kiai Maimoen Zubair Sarang, Rembang yang semasa hidupnya lama mengabdikan diri di PPP, kemudian Arwani Thomafi, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, putera Almarhum Kiai Thoyfur Lasem, Rembang yang dulu juga merupakan tokoh PPP.

Pelaksana Tugas Ketua DPC PPP Kabupaten Rembang, Zaimul Umam, Minggu (01 November 2020) menganggap dua tokoh tersebut layak menjadi Ketua Umum PPP. Menurutnya, Taj Yasin maupun Arwani Thomafi adalah kader-kader terbaik PPP, karena memiliki kompetensi, loyalitas dan konsistensi.

“Bagi kami, Gus Yasin dan Gus Arwani sangat layak menjadi Ketua Umum PPP. Kita mendorong agar beliau-beliau ini dapat ikut mencalonkan diri dalam pemilihan Ketua Umum PPP, pada Muktamar PPP, “ kata Zaimul Umam.

Umam yang juga adik ulama Gus Baha’ ini menambahkan wilayah Kabupaten Rembang adalah penyumbang suara terbanyak PPP, dengan jumlah kursi di DPRD setempat mencapai 10 kursi. Bahkan Bupati Rembang, juga diduduki tokoh dari PPP. Suatu hal yang wajar, jika Kabupaten Rembang menyampaikan aspirasi, menjelang Muktamar.

Ia berpendapat jika Gus Yasin atau Gus Arwani menjadi Ketua Umum PPP, akan mampu mengangkat suara PPP secara nasional. Apalagi suara PPP dari tahun ke tahun semakin menurun, maka perlu adanya revolusi dalam memilih Ketua Umum PPP.

“Harus ada revolusi, dengan memilih ketua umum yang bener-bener mempunyai basis massa riil. Beliau berdua mempunyai jaringan alumni pondok pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia. Kita juga melihat sejarah orang tua beliau semasa hidupnya, didedikasikan untuk kebesaran partai, “ tandasnya.

Muktamar PPP menurut rencana berlangsung bulan Desember 2020 di Makassar, Sulawesi Selatan. Sejauh ini terdapat sejumlah kandidat calon Ketua Umum PPP. Dari internal partai muncul nama Suharso Monoarfa, Akhmad Muqowam, dan Mardiono (anggota Dewan Pertimbangan Presiden).

Sedangkan dari eksternal partai, disebut-sebut nama Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur dan Sandiaga Uno, yang pernah maju menjadi calon Wakil Presiden. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *