Polisi Tunjukkan Barang Bukti Sebatang Kayu, Tersangka Pembunuh Bayi Ungkap Alasannya
Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre meminta keterangan ibu bayi. (Foto atas) Kapolres Rembang menunjukkan kayu untuk memukul bayi, ketika pers release, Selasa (01/09).
Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre meminta keterangan ibu bayi. (Foto atas) Kapolres Rembang menunjukkan kayu untuk memukul bayi, ketika pers release, Selasa (01/09).

Rembang – Tersangka pelaku pembunuh bayi dengan TKP di Desa Karangharjo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang berdalih tidak mengira dirinya hamil, kemudian melahirkan seorang bayi perempuan.

Saat pers release di halaman Satreskrim Polres Rembang, Selasa (01 September 2020), tersangka ibu bayi berinisial RS (25 tahun), warga Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara mengaku panik dan tidak tahu harus berbuat apa. Ia beralasan selama ini asam lambungnya tinggi. Ketika memasuki bulan ke-6, sempat datang ke tukang pijit. Tukang pijit menyebut dirinya tidak hamil. Begitu bayi lahir, RS pun bingung, kemudian memutuskan menghabisi nyawa darah dagingnya sendiri.

“Saya lakukan itu bukan karena malu, tapi sudah panik dan nggak tahu berbuat apa lagi. Saya menyesal, “ ujar RS yang berstatus masih lajang ini.

Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre membeberkan bayi yang dikandung RS lahir pada tanggal 17 Agustus 2020. Ibu bayi kebetulan duduk di kloset, sehingga bayi sempat masuk ke dalam kloset. Bayi diangkat dengan tangan kirinya, setelah itu dianiaya. Dugaan polisi, karena hasil hubungan gelap dengan seorang pria.

“Ibu bayi sudah merasakan mulas-mulas perutnya sejak malam hari tanggal 16/08. Ia bolak-balik ke kamar mandi. Lahirnya tanggal 17/08. Kami menduga bayi lahir tidak dikehendaki, sehingga tersangka berbuat nekat, “ terang Kapolres.

AKBP Kurniawan Tandi Rongre menambahkan cara tersangka membunuh bayi tergolong sadis. Padahal setelah melahirkan, bayi masih dalam kondisi hidup. Bayi dipukul lehernya dengan kayu yang diambil dari atas jendela kamar mandi. Setelah itu, bayi dibuang melalui jendela kamar mandi lantai II dan jatuh ke tanah, hingga akhirnya ditemukan warga.

“Tersangka adalah pendatang dan kost di tempat itu. Setelah kejadian, warga melapor ke polisi. Kami langsung menggelar penyelidikan dan penyidikan terhadap tersangka, “ bebernya.

Semua barang bukti peristiwa itu sudah diamankan aparat Polres Rembang. Tersangka kini mendekam di sel tahanan Mapolres Rembang. Yang bersangkutan dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan atau denda Rp 3 Milyar. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *