Desa Dengan Jumlah Warga Terbanyak, Siapkan Langkah Hadapi Corona
Pihak Desa Pamotan menyiapkan ruang isolasi. (Foto atas) Pencanangan Kampung Siaga Covid-19 di Dusun Sambikalung, Desa Pamotan, Selasa sore (28/04).
Pihak Desa Pamotan menyiapkan ruang isolasi. (Foto atas) Pencanangan Kampung Siaga Covid-19 di Dusun Sambikalung, Desa Pamotan, Selasa sore (28/04).

Pamotan – Sebagai desa terbesar dengan jumlah warga terbanyak se Kabupaten Rembang, Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan mempunyai sejumlah jurus, untuk menangkal penyebaran virus Covid-19. Di desa ini terdapat 3.600 an kepala keluarga, sedangkan jumlah penduduknya mencapai 10.300 jiwa.

Kepala Desa Pamotan, A. Maskur Rukhani menjelaskan pihaknya mengawali dengan mencanangkan Kampung Siaga Covid-19, di Dusun Sambikalung Desa Pamotan atau sebelah selatan kantor Pegadaian, Selasa sore (28 April 2020). Akses masuk gang dipasangi portal. Tamu yang datang diminta cuci tangan memakai sabun, diukur suhu tubuhnya, dan harus menulis identitas di buku tamu.

“Kita pilih satu kampung dusun dulu, karena di sini ini yang sudah siap. Diharapkan nantinya meluas ke titik-titik lain, “ ujarnya.

Ia menyadari luasnya wilayah Desa Pamotan, tidak memungkinkan harus mengecek ke setiap dusun. Maka pihaknya membuat nomor hotline, sehingga warga bisa langsung menyampaikan informasi, termasuk apabila ada warga dari luar daerah datang. Hingga Selasa sore, 62 orang dilaporkan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, karena baru tiba dari luar daerah.

“Artinya kalau pelaku perjalanan ini sehat, ya kita minta stay di rumah selama 14 hari. Alhamdulilah mereka patuh, “ tutur pria yang biasa dipanggil Aang ini.

Maskur Rukhani menambahkan untuk pelaku perjalanan yang mengalami gejala mencurigakan, seperti demam, batuk dan pilek diarahkan menempati ruang isolasi yang terletak di dekat Balai Desa Pamotan. Mereka dikarantina dulu, sambil menunggu penanganan lebih lanjut.

“Antara ruang isolasi laki-laki dan perempuan kita bedakan. Untuk logistik, jangan khawatir. Semua sudah siap, “ imbuhnya.

Sementara itu, Camat Pamotan, M. Mahfudz mengapresiasi kesigapan Pemerintah Desa Pamotan. Ia mendukung langkah tersebut, karena ditunjang sarana pra sarana memadai. Yang lebih penting, pihak desa melibatkan masyarakat dari tingkat terbawah, sehingga akan lebih efektif.

“Pendekatannya dari RT, RW dan kampung. Justru ini mengena, karena antar warga bisa saling mengingatkan. Misalnya rutin cuci tangan dan pakai masker, untuk mencegah Covid-19. Jadi lingkungan itu sendiri yang bergerak, “ urai Camat.

Mahfudz menambahkan desa-desa se Kecamatan Pamotan, didorong melakukan langkah serupa. Menurutnya, pada masa pandemi corona seperti sekarang, desa mesti menyiapkan antisipasi ketika kondisi terburuk, sehingga tidak kebingungan manakala terjadi peristiwa sesungguhnya.

“Tapi muda-mudahan pandemi corona ini lekas berlalu, nggak bertambah parah, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *