Rumah Karantina Tegaldowo Isolasi 4 Warga, Boleh Dijenguk Tidak ?
Rumah karantina di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem mulai mengisolasi 4 warga yang baru pulang dari daerah perantauan, Kamis (23/04).
Rumah karantina di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem mulai mengisolasi 4 warga yang baru pulang dari daerah perantauan, Kamis (23/04).

Gunem – Pihak Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, mulai hari Kamis (23 April 2020) mengisolasi 4 orang warga desa setempat di rumah karantina. Hal itu karena mereka baru saja pulang bekerja dari luar daerah. Masing-masing 3 orang dari Kalimantan dan 1 orang dari Surabaya.

Kepala Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem, Kundari mengakui keempatnya memang tidak mengalami gejala mencurigakan, seperti demam, batuk maupun pilek. Namun pihaknya tetap mengisolasi di rumah karantina, untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus Covid-19.

“Tujuannya tentu demi kebaikan, supaya warga lain aman. Kalau gejala mencurigakan yang dialami 4 orang perantauan tersebut, sejauh ini tidak ada, “ kata Undari kepada Reporter R2B.

Kundari menambahkan rumah karantina menempati bangunan sekolah TK, di samping Balai Desa Tegaldowo. Warga yang diisolasi selama 14 hari kedepan, masih boleh dikunjungi keluarganya, asalkan dari posisi agak jauh.

“Kebetulan antara Balai Desa Tegaldowo dengan rumah karantina disekat pagar besi. Jadi boleh dijenguk, tapi dipisahkan oleh pagar besi, tetap jaga jarak, “ imbuhnya.

Soal makanan bagi warga yang dikarantina, dipasok oleh pihak desa. Petugas pun harus mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap, ketika masuk rumah karantina tersebut.

“Kebetulan mulai Jum’at (24/04) puasa. Jadi diberi makan dua kali, sahur dan berbuka. Di rumah karantina juga tersedia kamar mandi, dapur dan TV, “ terang Kundari.

Pada awal kepulangan kaum perantau beberapa waktu lalu, memang kebijakan isolasi semacam ini sempat menuai penolakan. Tapi per hari Kamis (23/04) Pemerintah Desa Tegaldowo memberlakukan prosedur ketat isolasi dan wajib dipatuhi oleh kaum perantauan yang pulang kerja dari luar daerah. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *