Kelas Ambruk, DPRD Sebut Dua Alternatif Pendanaan
Siswa belajar di ruang perpustakaan. (Foto atas) Wakil Ketua DPRD, Supriyadi Eko Praptomo bersama Komisi IV DPRD mengecek bangunan ruang kelas yang ambruk di SD N I Logede Kec. Sumber, Selasa (07/01).
Siswa belajar di ruang perpustakaan. (Foto atas) Wakil Ketua DPRD, Supriyadi Eko Praptomo bersama Komisi IV DPRD mengecek bangunan ruang kelas yang ambruk di SD N I Logede Kec. Sumber, Selasa (07/01).

Sumber – Ada dua alternatif untuk membangun kembali ruang kelas IV yang roboh di SD N I Logede Kecamatan Sumber.

Ketua Komisi IV DPRD Rembang, Nasirudin seusai mengunjungi ruang kelas tersebut, Selasa pagi (07 Januari 2020) memperinci dua alternatif pendanaan tersebut bisa melalui usulan ke alokasi dana khusus (DAK) tahun 2021 atau dianggarkan pada APBD Perubahan 2020 dari Pemkab Rembang.

“Soalnya untuk usulan DAK 2020 sudah nggak memungkinkan waktunya. Mendesak segera dibangun kembali ya lewat APBD Perubahan 2020. Itu pun kalau dianggarkan oleh Pemkab. Kita dorong untuk dialokasikan, “ ujarnya.

Solusi Keluhan Lambung

Nasirudin menambahkan saat berkunjung ke SD N I Logede Kecamatan Sumber, kebetulan kepala sekolah sedang ada tugas keluar kantor. Ia bersama Wakil Ketua DPRD, Supriyadi Eko Praptomo dan rombongan ditemui sejumlah guru.

Informasi yang diterima, ruang kelas ambruk sudah lama dikosongkan, karena rusak berat, sehingga saat kejadian tidak menimbulkan korban jiwa. Selanjutnya aktivitas belajar mengajar 14 siswa kelas IV dipindahkan ke ruang perpustakaan.

“Sudah ada pihak Dinas Pendidikan yang datang ngecek, tapi belum ada kepastian kapan diperbaiki. Soalnya informasi harus satu pintu dari kepala sekolah. Nah, ruang kelas yang ambruk ini, dari kejauhan tampak bagus. Tapi kalau didekati sudah usang, kayu-kayu penyangganya banyak yang lapuk, “ terang Nasirudin.

Sebelumnya, 1 unit ruang kelas di SD N I Logede Kec. Sumber ambruk, Kamis, tanggal 02 Januari 2020 lalu. Selain karena hujan deras disertai angin kencang, peristiwa tersebut juga dipicu kondisi bangunan sudah lama rusak parah. Mardi, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kab. Rembang mengakui kelas itu sudah diusulkan rehab. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *