Usulan Pendirian SMA/SMK Di Kec. Pancur Mencuat, Tapi Ada Yang Melihat Dari Sisi Berbeda
Bupati Rembang, Abdul Hafidz didampingi Wakil Bupati, Bayu Andriyanto menjawab pertanyaan warga, saat kegiatan dinamika pembangunan di Kec. Pancur, Rabu (20/11).
Bupati Rembang, Abdul Hafidz didampingi Wakil Bupati, Bayu Andriyanto menjawab pertanyaan warga, saat kegiatan dinamika pembangunan di Kec. Pancur, Rabu (20/11).

Pancur – Warga di Kecamatan Pancur mengusulkan kepada pemerintah, supaya di wilayah mereka berdiri sekolah menengah atas (SMA) atau SMK. Gagasan tersebut muncul ketika berlangsung kegiatan Dinamika Pembangunan di pendopo kantor Kecamatan Pancur, Rabu siang (20 November 2019).

Muhammad Taufik, warga Desa Trenggulunan, Kecamatan Pancur menjelaskan di Kecamatan Pancur belum ada sekolah tingkat menengah. Akibatnya, anak-anak lulusan SMP harus bersekolah ke kecamatan lain, seperti Lasem, Pamotan atau bahkan di Kecamatan Sedan, sehingga membutuhkan ongkos transport lebih.

“Kalau di Pancur ada SMA/SMK, tentu bisa berimbas pada uang saku untuk anak- anak sekolah, jadi kan lebih ringan, “ kata Taufik.

Mendengar usulan itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyatakan untuk sekolah SMA/SMK kewenangan kabupaten hanya sebatas mengusulkan. Sedangkan keputusan ada ditangan Pemerintah Provinsi, mengingat jenjang sekolah menengah atas atau sederajat dipegang oleh provinsi.

Meski demikian Bupati menyebut Gubernur, Ganjar Pranowo sudah pernah menyampaikan kepadanya jika ingin ada SMA/SMK di Kecamatan Pancur harus menyiapkan tanah seluas 2 hektar yang letaknya strategis. Jika ada tanah yang mau dihibahkan seperti halnya Pemkab Rembang menghibahkan untuk kampus UNDIP di sebelah utara GOR Mbesi, menurutnya usulan warga kemungkinan bisa diakomodir.

“Gubernur menyampaikan kisi- kisi kepada saya, wes carikan tanah 2 hektar yang strategis di sini, minimal 2 hektar untuk SMA/SMK. Nanti dalam waktu singkat pasti akan terbangun SMA/SMK,” terang Bupati.

Sementara itu seorang warga di Kecamatan Pancur, Rohmat berpendapat sebelum mendirikan sekolah SMA/SMK harus dihitung angka kelulusan SMP/MTS dan kondisi wilayah. Ia menganggap Kecamatan Pancur belum layak, tetapi akan lebih baik sementara menginduk dengan sekolah di kecamatan lain. Mengingat jarak antara Pancur – Lasem atau Pancur – Pamotan, tidak terlalu jauh.

“Jangan sampai ketika berdiri sekolah, nanti lama kelamaan malah nggak dapat murid. Ini yang harus direncanakan dengan matang, “ bebernya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *