Perjuangkan Batik Lasem Jadi Seragam Pramugari Batik Air, Kisah Fanty Cukup Menarik
Fanty Kurnia Margareta saat menemui Gunardi, dari Lion Air Group. (Gambar atas) Pramugari Batik Air (harian nasional).
Fanty Kurnia Margareta saat menemui Gunardi, dari Lion Air Group. (Gambar atas) Pramugari Batik Air (www.batikair.com).

Rembang – Pernahkan anda membayangkan batik tulis Lasem menjadi seragam pramugari salah satu maskapai penerbangan Lion Air Group ? Nah..angan-angan ini sedang diperjuangkan oleh Fanty Kurnia Margareta, wanita asal Kelurahan Leteh, Rembang, yang mempunyai rumah di sebelah timur Eks Stasiun Rembang.

Fanty Kurnia Margareta mengaku baru saja bertemu dengan Gunardi, GM Marketing PT. Lion Air Group di Jakarta, untuk menjajaki peluang batik tulis Lasem dijadikan seragam pramugari Batik Air, salah satu maskapai penerbangan di bawah naungan Lion Air Group.

“Beliau kebetulan temen main golf. Awalnya 2 Minggu lalu, saya kontak-kontakan via telefon menyampaikan saya sedang ada program pemberdayaan ekonomi. Karena pak Gunardi sibuk, jadi baru bisa ketemu beberapa hari lalu, “ kata Fanty yang sekarang berdomisili di Surabaya ini.

Ia beralasan batik tulis Lasem memiliki motif dan sejarah yang sangat kuat di Indonesia, sehingga pantas menjadi seragam pramugari. Dalam pertemuan informal itu, Gunardi mendukung gagasan tersebut. Fanty kemudian diarahkan untuk mematangkan usulan, dengan sejumlah pejabat Lion Air, supaya nantinya bisa ditindaklanjuti.

“Prosedurnya seperti apa, kemudian ketemu sama siapa saja, diarahkan sama pak Gunardi. Kan perlu ada perancang busananya segala, kalau usulan kita disetujui. 2 Minggu lagi, rencana saya mau berangkat ke Jakarta, untuk bahas lebih lanjut, “ imbuhnya.

Wanita yang juga berminat maju menjadi calon bupati dalam Pilkada Rembang 2020 ini berharap apabila batik tulis Lasem menjadi seragam pramugari Batik Air, tidak hanya memunculkan kebanggaan tersendiri bagi warga Kabupaten Rembang. Tetapi tujuan utamanya untuk meningkatkan promosi batik tulis Lasem, sehingga akhirnya mampu mendongkrak omset penjualan.

“Kita sebagai orang Rembang kan bangga ya. Kalau Garuda Indonesia punya penerbangan business class, Batik Air itu business class nya Lion Air. Rata-rata penumpangnya kelas menengah ke atas. Ketika pramugarinya pakai batik Lasem, penumpang akan penasaran. Batik tulis Lasem akan semakin terkenal dan pengrajin batik happy, karena pendapatan mereka meningkat, “ terang Fanty.

Sebelum membidik peluang batik Lasem untuk seragam pramugari, Fanty juga sudah lebih dulu mengenalkan batik Lasem di Indonesia Fashion Gallery di New York, AS. Ia ingin batik Lasem semakin melenggang go internasional. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *