Pihak Pasar Sarang Ungkap Fakta Atap Yang Ambruk, Seperti ini Kondisinya
Seorang korban terluka menjalani perawatan di Puskesmas Sarang, Minggu siang. (Gambar atas) Atap pasar Sarang yang ambruk.
Seorang korban terluka menjalani perawatan di Puskesmas Sarang, Minggu siang. (Gambar atas) Atap pasar Sarang yang ambruk.

Rembang – Salah satu atap di Pasar Sarang, Kabupaten Rembang tiba-tiba ambruk, Minggu (03 November 2019) sekira pukul 09.30 Wib. 4 orang terluka dalam peristiwa tersebut.

Atap terbuat dari seng baja ringan yang ambruk, panjangnya sekira 20 an Meter. Posisinya berada di pojok belakang sebelah selatan. Di bawah atap itu dipakai berjualan pedagang bunga dan sayur-sayuran. Ketika ambruk, pedagang sama sekali tidak mengira, karena cuaca cerah dan tidak ada angin kencang.

Mardiyatun, salah satu pedagang menuturkan suasana pasca kejadian, membuat pedagang dan pengunjung pasar panik. Apalagi ada 4 orang perempuan yang tertimpa atap bangunan. Masing-masing dua orang pembeli dan 2 pedagang.

“Nggak tahu kok tiba-tiba atapnya sampai ambruk, lha wong nggak ada angin kencang. Harapan saya atap yang ambruk ini bisa diperbaiki, “ tuturnya dengan Bahasa Jawa.

Keempat korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Sarang, yang kebetulan berhimpitan dengan Pasar Sarang. Masing-masing atas nama Karomah dan Tasfik warga Desa Temperak, Kecamatan Sarang, kemudian Markamah warga Desa Gonggang dan Nikmah warga Desa Gondanrojo-Sarang.

Petugas piket Pusksesmas Sarang, Dwi Lestari mengatakan kondisi luka paling parah dialami Tasfik, sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit dr. R. Soetrasno Rembang. Karomah dan Nikmah diperbolehkan pulang, sedangkan Markamah sampai Minggu siang masih menjalani perawatan di Puskesmas.

“Yang bu Markamah, Minggu sore menyusul boleh pulang. Kondisinya sadar, tapi masih lemah tadi, “ ungkap Dwi.

Sementara itu, pegawai di Pasar Sarang, Sutrisno mengakui atap baja ringan yang ambruk termasuk bangunan baru jadi, sekira 1 bulan.

“Yang 10 Meter kurang dari sebulan, yang 10 Meter lagi sudah sebulan lebih, “ ujarnya.

Sutrisno menambahkan pihaknya sudah melaporkan peristiwa tersebut kepada Pemkab Rembang, untuk langkah-langkah penanganan lebih lanjut.

“Kalau kapan diperbaiki, belum tahu mas. Yang jelas sudah kami laporkan, “ tandas Sutrisno.

Saat Reporter R2B mengecek lokasi, baut-baut pengait atap yang ditempelkan ke tiang baja terlepas. Diduga karena tidak kuat menyangga beban, sehingga atap ambruk. Akibatnya, aktivitas pedagang dan lalu lalang pembeli di sisi selatan menjadi terganggu. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *