Stunting & Jenis Makanan Yang Sering Kebolak Balik, Apa Itu?
Kenali dan cegah stunting.
Kenali dan cegah stunting.

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Kesehatan menargetkan bisa menekan angka stunting atau “anak cebol”, hingga 20 %.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofi’i mengatakan data terakhir pada tahun 2018, anak stunting di Kabupaten Rembang masih 26 %. Prosentase tersebut sebenarnya mulai menurun, karena tahun 2013, stunting masih di angka 32 %, dari total jumlah anak kala itu.

Ali membeberkan masalah stunting, salah satunya disebabkan kurang gizi sejak masih dalam kandungan, sehingga mengakibatkan gagal tumbuh. Badan menjadi terlalu pendek, kurus, daya tahan rendah dan susah menyerap ilmu di sekolah ketika beranjak dewasa. Ia memperinci masa stunting, mulai 270 hari di dalam kandungan, sampai 730 hari sejak lahir atau berumur 2 tahun.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan tahun 2018, bayi lahir stunting hanya 10,7 %, namun meningkat saat menginjak balita menjadi 26 %. Hal ini disinyalir karena kurangnya asupan gizi pada anak saat masa pengasuhan orang tua. Dinas Kesehatan melakukan sejumlah upaya, diantaranya memberikan asupan gizi pada ibu hamil terutama kalangan ekonomi lemah, kemudian bimbingan ibu menyusui, pemberian suplemen tambah darah remaja. Selain itu, pihaknya juga meluncurkan program screening sebelum hamil, dengan sasaran remaja putri, calon pengantin dan pasangan usia subur.

“Kita ingin pastikan calon ibu – ibu di periode kehamilan dalam keadaan sehat. Jika ada faktor resiko misal usianya kurang atau faktor resiko lainnya atau sedang sakit, kita obati dulu penyakitnya, kalau sudah sembuh baru boleh hamil. Sehingga tingginya angka stunting dapat kita tekan, “ ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz menegaskan pemerintah serius dalam menangani stunting. Mulai dari segi regulasi dan anggaran. Ia mendorong Dinas Kesehatan terus mengkampanyekan apa itu stunting, dan bagaimana cara mencegahnya. Termasuk makanan bergizi yang tepat, untuk dimakan ibu dan anak balita.

“Di masyarakat ini masih banyak yang semrawut, yang harusnya dikonsumsi anak dimakan orang tua, yang mestinya untuk orang tua diberikan anak. Dengan workshop dan materi yang disampaikan, kita bisa mengetahui makanan apa saja yang tepat untuk diberikan anak,” tuturnya.

Hafidz optimis kasus stunting di Kabupaten Rembang dapat diturunkan sesuai target. Mengingat saat ini sudah ada standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan oleh bidan-bidan desa, kemudian ditunjang pula bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang salah satu sasarannya ibu hamil dan menyusui. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *