Uniknya Patung Kuda Berbahan Ban Bekas, Warga Ungkap Kendala Paling Sulit
Patung kuda jingkrak berbahan baku ban bekas di Desa Banggi Petak, Kecamatan Kaliori.
Patung kuda jingkrak berbahan baku ban bekas di Desa Banggi Petak, Kecamatan Kaliori. Bagian ekornya tampak potongan ban bekas menjuntai.

Kaliori – Siapa sangka Desa Banggi Petak, Kecamatan Kaliori yang berada di daerah pelosok pedesaan, ternyata memiliki sebuah patung cukup fenomenal. Yang menarik, patung berukuran raksasa ini terbuat dari ban bekas dan hasil karya warga setempat.

Yah..patung berbentuk kuda tersebut, kebetulan posisinya berada di sebelah selatan jalan, dekat gapura masuk menuju Pasar Brumbung, Dusun Randu Gosong, Desa Banggi Petak. Dari kejauhan, patung berwarna hitam legam. Begitu didekati, baru tahu bahan baku patung terbuat dari potongan ban bekas. Mulai ban sepeda, sampai ban mobil.

Seorang perangkat Desa Banggi Petak, Suwardi menceritakan patung kuda dipilih, karena menyesuaikan ikon kampung punden Demang Palang, yang terkenal dengan tunggangan kudanya.

Warga mengumpulkan uang jimpitan Rp 500 per hari, guna menopang biaya pembuatan patung. Kerangkanya terbuat dari besi, sedangkan bagian kepala, badan, kaki hingga ekor, semua memanfaatkan ban bekas.

“Patung ini hasil kreativitas dari pemuda warga Desa Banggi Petak, khususnya RT 01 dan RT 02. Bikin sendiri mas, “ bebernya.

Suwardi menambahkan patung panjangnya sekira 5 Meter, dengan ketinggian 2 Meter. Selama proses pembuatan melibatkan hampir 20 an orang. Butuh waktu 1 bulan untuk membuat patung kuda berjingkrak itu, dengan total anggaran Rp 5,5 Juta.

Kendala yang paling dihadapi, yakni saat menyesuaikan antara potongan ban bekas dengan bentuk kuda. Selain itu, ketika patung kuda sudah jadi dan ditempatkan pada satu titik. Karena sangat berat, sehingga harus diangkut truk dulu, kemudian dibantu mesin crane untuk meletakkan patung.

“Kalau diangkat tenaga manusia nggak memungkinkan. Jadi pakai crane dinaikkan truk dulu. Habis itu dibawa ke lokasi penempatan patung. Serba pakai crane, karena memang sangat berat bobotnya, “ imbuh Suwardi.

Patung kuda yang terhitung baru beberapa bulan dipasang, kini menjadi ikon baru dan menarik perhatian warga yang melintas, utamanya wisatawan saat akan masuk ke Pasar Brumbung. Tak jarang, mereka juga berswafoto di dekat patung kuda.

“Keren banget mas patungnya. Unik karena pakai ban bekas, sekaligus bisa mengoptimalkan limbah. Saya foto-foto di deket patung tadi, “ kata Widiyarso, seorang warga dari Kabupaten Pati. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *