Seorang Pria Tewas Terbakar Di Tengah Kebun Jati, Ternyata Ini Penyebabnya
Korban terbakar di tengah lahan jati miliknya, di Desa Timbrangan, Kecamatan Gunem.
Korban terbakar di tengah lahan jati miliknya, di Desa Timbrangan, Kecamatan Gunem.

Gunem – Nasib tragis dialami seorang warga Desa Timbrangan, Kecamatan Gunem. Ia tewas terpanggang di tengah lahan jati miliknya, dengan luka bakar cukup parah. Muncul dugaan yang bersangkutan terjebak kobaran api, akibat tiupan angin kencang.

Korban yakni Sukarton (89 tahun), warga RT 06 RW 01 Desa Timbrangan, Kecamatan Gunem. Menurut informasi yang dikumpulkan Reporter R2B, awalnya Sukarton diketahui keluar rumah sekira pukul 09.00 Wib, Selasa pagi (16 Juli 2019).

Rukmi (61 tahun), anak korban kepada polisi mengungkapkan sampai pukul lima sore, ayahnya tak kunjung pulang. Ia kemudian berinisiatif mencari ke lahan tegalan jati dan melihat ada seseorang tergeletak di tanah dalam kondisi mengalami luka bakar.

“Setelah tahu bapak seperti itu, saya meminta bantuan ke warga lain, kira-kira jam setengah 6, pas mau Maghrib. Ada warga yang melapor ke pak polisi, “ ujarnya menggunakan bahasa Jawa.

Kapolsek Gunem, Kompol Jarot Subiyantoro mengatakan pihaknya langsung menuju TKP, begitu menerima laporan. Polisi bersama tim medis kemudian melakukan pemeriksaan. Luka bakar merata di sekujur tubuh. Berdasarkan pengecekan, pada jasad korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Ada luka lecet, dikarenakan luka bakar yang pecah dan terjadi gesekan saat evakuasi jenazah. Keluarga korban menolak otopsi dan sudah meneken surat pernyataan tidak menuntut secara hukum, “ tandasnya.

Jarot menduga korban membersihkan ladang tegalan jati dengan cara membakar daun maupun semak-semak. Tapi karena api semakin membesar, korban yang sudah berusia lanjut, akhirnya terjebak dan tak bisa menyelamatkan diri. Usai olah TKP, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Jenazah langsung dimakamkan Selasa malam. Pemakaman baru berakhir sekira pukul 22.30 Wib.(Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *