Jemaah Diminta Jangan Mengeluh, Dibandingkan Dengan Kisah Ibu Dan Anak Yang Luar Biasa
Jemaah calon haji dari Kabupaten Rembang mendengarkan arahan ketika penutupan manasik haji, di Pendopo Museum Kartini, Selasa (02/07).
Jemaah calon haji dari Kabupaten Rembang mendengarkan arahan ketika penutupan manasik haji, di Pendopo Museum Kartini, Selasa (02/07).

Rembang – Pihak Kementerian Agama Kabupaten Rembang meminta kepada jemaah calon haji untuk mengecek lagi kondisi kesehatannya, sebelum waktu keberangkatan ke tanah suci.

Saat penutupan manasik haji di Pendopo Museum Kartini Rembang, Selasa pagi (02 Juli 2019), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Ato’illah Muslim mengimbau 5 hari atau seminggu sebelum bertolak menuju tanah suci, ada baiknya memeriksakan kesehatan di Puskesmas maupun rumah sakit terdekat. Hal itu guna memastikan kesiapan fisik, sekaligus cepat diatasi kalau merasakan gangguan penyakit.

“Saya berharap bapak ibu datang ke Puskesmas terdekat, guna memeriksakan diri. Kalau sehat, alhamdulilah. Yang ada gangguan, bisa minta petunjuk dokter. Semoga bapak ibu berangkat hingga pulang kelak, selalu sehat, “ ujarnya.

Sementara itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz yang hadir dalam penutupan mansik haji mengingatkan dalam kondisi apapun, jemaah calon haji jangan sampai mengeluh.

“Dawuhipun mbah yai jangan mengeluh, sekali lagi jangan mengeluh. Jebule munggah kaji loro kabeh, ampun nggeh. Bahaya nanti. Saya Cuma pesen satu itu saja, “ beber Hafidz.

Bupati kemudian mengisahkan sebuah riwayat pada masa Nabi Muhammad SAW, ada sebuah keluarga sangat miskin di luar Arab Saudi. Rumahnya kecil, jelek dan ekonomi keluarga tersebut serba pas-pasan. Wanita di dalam rumah itu, sakit-sakitan pula. Wanita ini kemudian meminta kepada puteranya ingin naik haji. Tanpa bekal apapun, sang anak menyanggupi, dengan cara menggendong ibundanya.

Hafidz mengibaratkan dari Rembang menuju Juana. Tiba di Juana, anaknya bekerja mencari nafkah dulu, sedangkan ibunya dititipkan di satu lokasi. Ketika sudah mendapatkan uang, sang ibu digendong lagi. Begitu seterusnya berpindah-pindah, hingga sampai ke Mekkah.

“Kisah ini menandakan betapa perjuangan keduanya ini sangat luar biasa, sehingga Nabi Muhammad SAW menyampaikan kepada sahabatnya, mereka akan masuk syurga lebih cepat ketimbang para khulafaur rasyidin. Makanya sekali lagi saya berharap bapak ibu yang sekarang dimudahkan ke tanah suci, jangan sampai mengeluh, “ tandasnya.

Jemaah calon haji dari Kabupaten Rembang, terbagi dalam 3 kelompok terbang (Kloter). Masing-masing Kloter 56 sebanyak 229, bergabung dengan jemaah Kabupaten Blora, dijadwalkan berangkat tanggal 23 Juli 2019. Kemudian Kloter 57 sebanyak 355 orang dan Kloter 58 sejumlah 30 orang (bergabung dengan jemaah Kabupaten Pati). Kloter 57 dan 58 ini rencananya berangkat pada tanggal 24 Juli 2019. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *