Jenazah Edi Kustiyono Dimakamkan, Kenangan Almarhum Paling Membekas Di Mata Warga
Lima orang dari Rembang mengurus pengambilan jenazah Edi Kustiyono, nelayan asal Kab. Rembang yang ditemukan di Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Lima orang dari Rembang mengurus pengambilan jenazah Edi Kustiyono, nelayan asal Kab. Rembang yang ditemukan di Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Sumber – Edi Kustiyono (28 tahun), nelayan warga Desa Grawan Kecamatan Sumber yang jenazahnya ditemukan di pinggir pesisir pantai Kalimantan Selatan, tiba di rumah duka, Sabtu (18/05) sekira pukul 19.50 Wib.

Seorang warga Desa Grawan, Munawar mengatakan sejak siang hari, masyarakat sudah dikabari oleh Kepala Desa Grawan, Saji yang berangkat ke Kalimantan Selatan untuk mengurus pemulangan jenazah. Warga terutama kaum pemuda langsung siap-siap menggali kubur di pemakaman umum setempat. Puncaknya setelah waktu Maghrib dan usai sholat tarawih, warga sangat ramai menunggu di sekitar rumah duka. Begitu tiba, jenazah disholatkan dan lekas dimakamkan.

“Sampai sini mendekati pukul delapan malam. Habis disholatkan, kemudian dimakamkan. Kira-kira jam sembilan malam, pemakaman selesai. Temen-temen korban, sesama anak buah kapal (ABK) juga datang. Mereka tampak terpukul, mas Edi berpulang untuk selamanya, “ ujarnya.

Munawar menganggap Almarhum Edi Kustiyono sosok pendiam, baik dan rajin bekerja. Ia pernah pergi merantau, tapi dalam beberapa tahun terakhir fokus berprofesi sebagai nelayan. Menurutnya termasuk berhasil, karena yang bersangkutan sempat membeli tanah. Bahkan sesuai Lebaran nanti, berencana membangun rumah baru, berjarak sekira 50 an Meter dari tempat tinggalnya sekarang.

“Mas Edi niku coro wong ndesane pethel nyambut gawe. Dari hasil nelayan, uangnya dititipkan ke toko material, habis Lebaran mau mbangun rumah. Pokoknya orangnya baik dan nggak neko-neko, “ imbuh Munawar.

Sebelumnya, Edi Kustiyono dikabarkan terjatuh dari atas kapal, saat makan di bagian buritan (belakang) kapal KM Sumber Makmur di sekitar perairan Masalembu Madura, tanggal 11 Mei lalu. Jenazahnya ditemukan di pinggir pantai Kalimantan Selatan, seminggu kemudian. Ada 5 orang dari Rembang yang berangkat ke RSUD Boedjasin Kecamatan Pelaihari, kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, untuk mengambil jenazah Edi Kustiyono.

Masing-masing anggota Satpolair, TNI Angkatan Laut, Ketua Paguyuban Nelayan Cantrang, perwakilan pemilik kapal dan Kepala Desa Grawan Kecamatan Sumber, Saji. Mereka mencocokkan kaos dan celana yang dikenakan korban, sehingga bisa memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Edi Kustiyono. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *