Akan Diganti Baru, Begini Peruntukan Gedung Perpustakaan Daerah Yang Lama
Gedung Perpustakaan Daerah Rembang, akan difokuskan untuk bangunan cagar budaya. (twitter).
Gedung Perpustakaan Daerah Rembang, akan difokuskan untuk bangunan cagar budaya. (twitter).

Rembang – Jumlah pustakawan di Kabupaten Rembang masih sangat minim. Padahal budaya membaca dan menulis, kedepan hendaknya terus dipacu.

Asisten III Sekda Rembang, Noor Effendi mengungkapkan di Perpustakaan Daerah Rembang hanya mempunyai 2 orang pustakawan untuk melayani masyarakat Kabupaten Rembang yang jumlahnya mencapai 600 an ribu jiwa. Noor berpendapat untuk menjadi pustakawan tidak harus berasal dari lulusan pustakawan. Namun bisa saja diperoleh melalui pelatihan khusus.

“Mudah-mudahan nanti dari teman-teman ini hobi menulis, membaca, bercerita bisa tertarik untuk menjadi pustakawan. Untuk jadi pustakawan tidak harus berasal dari lulusan perpustakaan tetapi bisa impassing. Impassing dari jabatan lain yang mengikuti pelatihan dengan jumlah jam tertentu. Mudah-mudahan ada yang berminat menjadi pustakawan-pustakawan baru, ” bebernya.

Kepala Dinas Arsip Dan Perpustakaan Kabupaten Rembang, Agus Salim mengatakan pihaknya sedang menggulirkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pengelolaan perpustakaan. Tahapan saat ini memasuki sosialisasi naskah akademik Raperda tersebut.

Pemkab Rembang ingin perpustakaan nantinya mampu berperan menyediakan akses informasi secara memadai dan murah. Selain itu diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta berpihak pada kebutuhan informasi masyarakat. Agus menegaskan warga di perkotaan maupun pedesaan, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses perpustakaan.

“Demokratis dalam arti bahwa perpustakaan diselenggarakan untuk melayani semua lapisan masyarakat. Tanpa memandang berbagai perbedaan seperti jenis kelamin, usia, pekerjaan, status sosial, kepercayaan dan warna kulit. Berkeadilan artinya bahwa semua masyarakat perlu mendapat hak yang sama untuk memperoleh pelayanan perpustakaan baik di perkotaan maupun di perdesaan, ” terangnya.

Rencananya, pada tahun 2020 mendatang, Pemkab Rembang akan membangun gedung perpustakaan, dengan konstruksi 2 lantai & 1 basement. Sedangkan gedung perpustakaan daerah yang lama di dekat obyek wisata Taman Kartini, difokuskan menjadi bangunan cagar budaya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *