One Pride TV One : Pertarungan Beda Generasi, Berikut Kisah Ronde Demi Ronde Dian Asal Rembang
Dian Nuriyanita, atlet tarung bebas dari Desa Samaran, Kecamatan Pamotan dinyatakan menang, dalam laga perdana di ajang One Pride TV One, Sabtu malam (09/02).
Dian Nuriyanita, atlet tarung bebas dari Desa Samaran, Kecamatan Pamotan dinyatakan menang, dalam laga perdana di ajang One Pride TV One, Sabtu malam (09/02).

Jakarta – Debut perdana atlet tarung bebas, Dian Nuriyanita dalam ajang One Pride TV One di Jakarta, Sabtu malam (09 Februari 2019) berbuah manis. Remaja berusia 19 tahun asli Desa Samaran, Kecamatan Pamotan tersebut sukses mengalahkan Nur Khodizah, atlet dari Kalimantan Timur.

Dian bertarung dalam tiga ronde dan dinyatakan menang angka. Pada ronde pertama, Nur Khodizah sempat menguasai laga dengan melakukan serangan cepat. Namun memasuki ronde kedua, Dian giliran menyerang balik lawannya, bahkan memojokkan Nur, melalui pertarungan bawah (ground). Barulah ronde ketiga, terjadi jual beli serangan. Namun Dian lebih mendominasi di ronde penutup itu, hingga akhirnya dewan juri memutuskan Dian Nuriyanita menang.

Kepada Reporter R2B, Dian Nuriyanita mengaku bersyukur pengalaman pertamanya di One Pride TV One mendapatkan kelancaran sekaligus kemenangan. Hal itu berkat kedisiplinan serta arahan pelatihnya untuk tampil lepas menikmati pertarungan. Menurutnya, kehadiran orang tuanya, Suri (Kepala Desa Samaran-Red) dan Maryam, juga menjadi pemicu semangat untuk tampil maksimal.

“Alhamdulillah debut perdana saya lancar. Strategi ngikut saja sama pelatih. Pas main, kebetulan keluarga dari Samaran, Pamotan juga datang menyaksikan. Soal target kedepan, ya saya ingin tampil lebih baik lagi mas, ” ujar Dian.

Wakil Ketua Pengurus Cabang Muay Thai Kabupaten Rembang, Musyafa Musa mengapresiasi kemenangan Dian Nuriyanita. Ia berharap prestasi tersebut dapat memacu semangat anak – anak muda Kabupaten Rembang lainnya mau terjun ke dunia olahraga Muay Thai, yang bisa menjadi sarana pemanasan menuju tarung bebas profesional.

Menurut Musyafa, Pengcab kedepan ingin meminta bantuan atlet – atlet profesional Kabupaten Rembang untuk mengenalkan cabang olahraga Muay Thai dan tarung bebas kepada siswa sekolah di tingkat SMA sederajat.

“Kalau Mbak Dian ini kan sudah masuk profesional. Sebelumnya ada Dwi Ani Retno Wulan, warga Desa Ngulaan Kecamatan Bulu. Kita sebatas beri suport saja. Keberhasilan keduanya ingin suatu saat nanti kita tularkan ke sekolah – sekolah. Dengan begitu, harapan kami dapat muncul bibit – bibit penerus, biar regenerasi Muay Thai di Kabupaten Rembang terus berjalan. Yang jelas untuk kelompok amatir ini mesti digarap serius, ” ujarnya.

Sementara itu, pelatih Dian Nuriyanita, Sena Kurnia Putra mengaku tidak bisa mendampingi Dian saat bertanding di Jakarta, karena sedang berada di Hongkong.

Namun setelah laga usai, dirinya langsung berkomunikasi dengan Dian melalui video call Whatsap. Menurutnya, pertarungan antara Dian dan Nur Khodizah merupakan laga beda generasi. Usia Dian saat ini belum genap 19 tahun, sedangkan Nur sudah berumur 33 tahun. Ia mendorong Dian tetap giat berlatih, guna persiapan menuju pertarungan berikutnya.

“Saya nunggu info kapan pertandingan akan disiarkan ulang TV One. Masa depan Dian masih panjang. Ini baru awal dunia profesional. Laga – laga berikutnya sudah menanti. Nikmati saja proses ini, sambil kita evaluasi mana yang harus diperbaiki, ” pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *