Khawatir Jebol, Warga Turun Tangan
Suasana penarikan rumpun bambu yang menghalangi bendungan dengan menggunakan traktor pembajak sawah di Desa Ringin, Jum’at pagi (08/02).
Suasana penarikan rumpun bambu yang menghalangi bendungan dengan menggunakan traktor pembajak sawah di Desa Ringin, Jum’at pagi (08/02).

Pamotan – Tumpukan sampah yang menggunung di bendungan Dusun Mlayang, Desa Ringin, Kecamatan Pamotan membuat masyarakat setempat harus cepat turun tangan. Jika tidak, bendung yang menjadi andalan untuk sarana pengairan lahan pertanian tersebut rawan jebol.

Aditya, seorang warga Dusun Mlayang Desa Ringin menjelaskan sampah paling banyak berupa rumpun – rumpun bambu dan plastik, berasal dari lokasi lain di daerah selatan Desa Ringin, setelah terbawa derasnya arus sungai. Rumpun bambu yang terhenti di atas bendungan, mengakibatkan aliran air tidak lancar.

“Itu kebanyakan kiriman dari luar desa pak. Kalau nebang bambu sembarangan, sisanya langsung dibuang ke sungai. Kemarin pas ada banjir kecil, akhirnya ada potongan – potongan bambu itu. Wah langsung mengendap di bendungan Mlayang. Tingginya ngeri, lha wong air tersumbat kok, “ ujarnya.

Aditya menambahkan pada Jum’at pagi (08 Februari 2019) masyarakat menggelar kerja bhakti, membersihkan tumpukan sampah yang menutupi bendungan tersebut. Penarikan rumpun bambu menggunakan traktor besar, karena jika hanya memanfaatkan peralatan manual, seperti sabit dan cangkul, akan sangat kesulitan. Menurutnya, warga khawatir jika tidak segera ditanggulangi, bendung rawan bobol, terutama ketika curah hujan tinggi.

Kalau sampai terjadi, petani akan terkena dampak kesulitan air untuk pengairan lahan persawahan. Nantinya air akan langsung menggelontor, tanpa bisa dibendung dulu. Selain itu, pasti membutuhkan biaya perbaikan lumayan besar.

“Warga ramai sekali tadi. Ada yang di atas pinggir sungai, ada pula yang langsung turun ke bantaran sungai. Semoga upaya ini bisa bermanfaat, utamanya bagi para petani yang punya lahan, di Dusun Mlayang maupun Tulung, “ imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Purwadi Samsi mengakui penyempitan sungai sering disebabkan oleh rumpun bambu. Ia mendukung langkah warga Desa Ringin, mengingat desa itu termasuk rawan bencana banjir.

“Nggak hanya di Desa Ringin saja. Desa – desa lain mohon ikut mencermati aliran sungainya. Kalau aliran sungai terhalang, lekas diatasi, “ tandasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *