Juara Asia – Eropa : Sempat Ditentang Orang Tua Ikut Silat, Punya Jurus Lain Untuk Meyakinkan
Putri, atlet pencak silat siswi SMK Muhammadiyah Pamotan, warga Dusun Banyu Desa Kalitengah Kecamatan Pancur menunjukkan medali emas yang diperoleh ketika event di Bandung, Jawa Barat.
Putri, atlet pencak silat siswi SMK Muhammadiyah Pamotan, warga Dusun Banyu Desa Kalitengah Kecamatan Pancur menunjukkan medali emas yang diperoleh ketika event di Bandung, Jawa Barat.

Pamotan – Sempat ditentang orang tua ikut pencak silat, seorang remaja warga Dusun Banyu Desa Kalitengah, Kecamatan Pancur membuktikan mampu menyabet juara kelas 50 Kg, dalam event pencak silat tingkat nasional, Asia & Eropa yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat awal bulan Februari ini. Bagaimana kisah meyakinkan orang tua hingga akhirnya mau mendukung ?

Namanya Putri, remaja 16 tahun ini masih duduk di bangku kelas XI SMK Muhammadiyah Pamotan. Putri menceritakan awal mula ikut pencak silat, tidak didukung orang tua, karena mereka khawatir dirinya mengalami cedera.

“Maklum mas, orang tua was – was takut saya cedera. Kan pencak silat termasuk olahraga bela diri. Khawatir, apalagi anak perempuan kan, “ ungkap Putri.

Namun saat lulus MTS, kemudian ikut perguruan Tapak Suci di sekolahnya SMK Muhammadiyah Pamotan, lambat laun orang tua mulai membuka diri. Hal itu berkat sang pelatih pencak silat sering datang ke rumahnya,  untuk meyakinkan ayah ibunya, pasangan Sunari dan Sofiatun.

“Waktu kejuaraan daerah pertama di Rembang saya kalah. Tapi tetap latihan terus. Pelatih kemudian datang ke rumah minta izin sama orang tua agar saya bisa ikut. Ternyata orang tua memberikan restu, “ kisahnya.

Hingga akhirnya tiba waktu ikut kejuaraan Paku Bumi Open di Bandung, Jawa barat. Putri sukses menyabet medali emas, setelah menaklukkan 7 orang lawannya melalui serangkaian laga cukup panjang. Begitu ia mengabari berhasil memperoleh juara I, orang tua merasa sangat senang. Bahkan berjanji akan membelikan sepeda motor sebagai bentuk rasa syukur.

“Waktu saya di Bandung, ibu telfon terus, berulang kali tanya gimana. Nah habis babak final dan menang, saya langsung kabari. Waktu nyampai rumah, saya mau dibelikan motor baru. Sekarang sudah mendukung banget kok, “ ujar Putri sambil tertawa lepas.

Ia berharap kedepan mampu berprestasi lebih baik. Meski dengan sarana pra sarana latihan seadanya.

“Pengin sich jadi atlet pencak silat nasional. Kalau harapan sama pemerintah, syukur ada bantuan fasilitas latihan. Salah satunya matras mas, di sini kurang sekali, “ imbuhnya.

Lebih lanjut Putri mengutarakan event terdekat yang akan diikuti adalah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Rembang. Ia kini mengimbangi dengan menggiatkan latihan fisik dan tekhnik. Kebetulan medan di kampungnya Dusun Banyu Desa Kalitengah, Kecamatan Pancur cukup terjal, dengan kontur tanah perbukitan, cocok untuk menempa fisik. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *