Masalah Baliho SOTK Disentil, Nah..Apakah Camat Anda Ganti ?
Suasana pelantikan pejabat di lantai IV Gedung Setda Rembang. (gambar atas) Salah satu elemen masyarakat mempertanyakan penataan SOTK, melalui sebuah baliho yang terpasang di pinggir Jl. Pemuda Rembang.
Suasana pelantikan pejabat di lantai IV Gedung Setda Rembang. (gambar atas) Salah satu elemen masyarakat mempertanyakan penataan SOTK, melalui sebuah baliho yang terpasang di pinggir Jl. Pemuda Rembang.

Rembang – Dalam mutasi jabatan di jajaran Pemkab Rembang hari Senin (21 Januari 2019), informasi siapa yang menempati posisi camat termasuk paling ditunggu – tunggu masyarakat. Ternyata benar, mayoritas kursi camat dirombak.

Camat Rembang Kota ditunjuk Mustolih, sebelumnya Camat Kaliori. Camat Lasem, Harjono berubah menjadi Camat Kaliori, kemudian Camat Sedan diisi Martopo, sebelumnya Kabid di Dinas Sosial, Camat Sale Subkhan, sebelumnya merupakan Camat Sedan.

Selanjutnya Camat Bulu, Slamet Riyadi, yang semula Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Camat Gunem Sulkan, yang semula menduduki Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Camat Lasem ditunjuk Latoiful Minan, semula menjabat Kabag Kesra, sedangkan Camat Sumber yakni Hamdani, ia lama sebagai pelaksana Tugas Camat Sumber. Terakhir, Camat Pamotan dijabat Mahfudz, sebelumnya adalah seorang Kepala Bidang di instansi Dinpermades. Hanya 5 camat yang personelnya tetap, masing – masing Kecamatan Sluke, Sarang, Pancur, Sulang dan Camat Kragan.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengakui tiap kali akan menata birokrasi, selalu muncul dinamika. Ia mencontohkan di beberapa titik Kota Rembang terdapat baliho mempertanyakan penataan SOTK (struktur organisasi dan tata kerja) untuk siapa, Bupati menegaskan untuk Kabupaten Rembang, demi terwujudnya pelayanan yang lebih baik.

“Dari hari ke hari dinamikanya selalu muncul. Jangan sampai terkesan seperti di baliho itu. Tentu birokrasi untuk kita semua, untuk Kabupaten Rembang. Saya akan berusaha semaksimal mungkin birokrasi ini tertata dengan baik, “ kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati meminta kalau ada persoalan yang menyangkut pelayanan kepada masyarakat, secepat mungkin diselesaikan di tingkat internal masing – masing. Jangan sampai langsung berhembus keluar, karena tidak ada kepedulian antar bagian di suatu lembaga. Terkadang pegawai satu bagian muncul ego sendiri, sehingga cuek apabila bagian lain menghadapi masalah. Mestinya tak perlu terjadi, jika merasa sebagai satu kesatuan.

“Kalau sedikit – sedikit langsung keluar rumah birokrasi, itu akan berbahaya untuk kita semua. Ibaratnya kita satu tubuh. Kaki sakit, kepala juga ikut merasakan sakit. Jangan bicara ora urusanku, ora bagianku. Ayo saling mengisi, curahkan pikiran demi pelayanan lebih baik, “ tandasnya.

Selain kursi camat, terdapat pula penyegaran di jajaran Kepala Bagian Setda Rembang. Semisal Kepala Bagian Tata Pemerintahan diduduki Nur Purnomo yang semula Kabid Kominfo Publik Dinas Komunikasi Dan Informatika, Kabag Organisasi Dan Kepegawaian ditempati Affan Martadi, sebelumnya Kabid Aset DPPKAD, kemudian Kabag Kesra dijabat Sidi Teguh, yang sebelumnya sebagai Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD). (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *