CPNS Kabupaten Rembang, Formasi Apa Yang Terbanyak ?
Bupati Rembang, Abdul Hafidz menunjukkan data formasi CPNS, Kamis pagi (13/09).
Bupati Rembang, Abdul Hafidz menunjukkan data formasi CPNS, Kamis pagi (13/09).

Rembang – Kabupaten Rembang mendapatkan formasi calon pegawai negeri sipil atau aparatur sipil negara (ASN) dari pemerintah pusat sebanyak 296 orang tahun 2018 ini. Jumlah tersebut tidak sesuai dengan usulan Pemerintah Kabupaten Rembang sebelumnya, sebanyak 365 orang.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan masalah tersebut ketika jumpa pers di ruang pertemuan Bupati, Kamis (13 September 2018). Ia memperinci 296 formasi, meliputi formasi khusus guru tenaga honorer kategori II sebanyak 15 orang, kemudian formasi umum terdiri dari tenaga guru 213, tenaga kesehatan 55 dan tenaga tekhnis 13 orang.

Nantinya sistem pendaftaran dan proses seleksi akan dijabarkkan lebih lanjut, menunggu informasi dari pusat. Namun yang jelas akan berlangsung terintegrasi melalui portal nasional. Sistemnya serba komputer, sehingga begitu selesai tes, peserta dapat langsung melihat nilainya.

“Usulan kan mengacu pada berapa jumlah pegawai pensiun 5 tahun terakhir. Sedangkan yang disetujui 296. Semuanya mengenai penerimaan ini, bisa diakses lewat http://sscn.bkn.go.id, “ terangnya.

Abdul hafidz membenarkan sejak pemerintah mengumumkan seleksi CPNS, rumah dinasnya di belakang pendopo Museum Kartini maupun rumah pribadi di Desa Pamotan Kecamatan Pamotan, langsung dipadati oleh tamu warga. Ia menegaskan kepada masyarakat bahwa dengan sistem yang diterapkan pemerintah pusat, tidak mengenal uang dan jabatan. Semua tergantung pada kemampuan peserta sendiri. Bupati bahkan menekankan apabila ada pegawai di lingkungan Pemkab Rembang ikut bermain, menjanjikan bisa meloloskan menjadi aparatur sipil negara, pihaknya siap menjatuhkan sanksi tegas.

“Di rumah saya Pamotan sehabis Subuh itu, tamu sudah antre, ada 10 malah. Tanya soal CPNS. Saya pastikan jangan mudah terpengaruh, karena sistem ini transparan dan akuntabel. Apalagi siap mengeluarkan uang berapapun, asal diterima, jangan percaya pokoknya, “ Imbuh Hafidz.

Bupati selanjutnya memperinci formasi umum tenaga guru guru kelas S I PGSD dialokasikan 140 orang, guru PAI pendidikan S I Tarbiyah/PAI 20 orang, guru Penjaskes S I pendidikan olahraga/pendidikan olahraga dan kesehatan/ pendidikan jasmani kesehatan 32 orang, guru BP/BK kualifikasi S I pendidikan bimbingan dan konseling 11 orang, guru seni budaya kualifikasi S I pendidikan seni tari/seni rupa dan kerajinan/seni musik 4 orang, guru muatan lokal kualifikasi S I pendidikan Bahasa Jawa 6 orang.

Untuk tenaga kesehatan, apoteker kualifikasi pendidikan apoteker 2 orang, dokter gigi 7, dokter spesialis anak 1, dokter spesialis anastesi 1, dokter spesialis bedah 3, dokter spesialis bedah tulang 1, dokter spesialis jantung 2, dokter spesialis mata 1, dokter spesialis patologi klinik 1, dokter spesialis rehabilitasi medik 2, dokter spesialis THT 1, dokter umum 6 orang, perawat S I keperawatan 7, perawat gigi kualifikasi D III Kesehatan Gigi 3, perawat terampil kualifikasi D III Keperawatan 17 orang.

Sementara tenaga tekhnis yang dibutuhkan yakni analis penataan kawasan kualifikasi pendidikan S I tekhnik lingkungan 1 orang, auditor kualifikasi S I akuntansi/S I ilmu hukum/ S I tekhnik sipil 4 orang, penata ruang kualifikasi S I tekhnik sipil/arsitektur/ planologi 3 orang, pengawas tata pertamanan kualifikasi S I tekhnik sipil/ arsitektur/ planologi 1 orang, pranata komputer terampil kualifikasi D III komputer informatika/D III manajemen informatika/D III tekhnik komputer 2 orang, tekhnik tata bangunan dan perumahan, kualifikasi S I tekhnik sipil/arsitektur/planologi 2 orang.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang, Suparmin mengakui setelah menerima dokumen formasi CPNS dari Badan Kepegawaian Nasional, dirinya tidak berani membuka. Kebetulan Sekretaris Daerah maupun Bupati tengah ada agenda kerja di luar kota. Barulah Rabu sore (12/09), dokumen tersebut ia serahkan.

Kalau kemudian muncul pertanyaan dari sejumlah kalangan, kenapa Kabupaten Rembang terlambat mengumumkan, Suparmin menyatakan bukan karena ingin menutupi, melainkan menunggu kehadiran Bupati untuk mengumumkan secara langsung. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *