Angka Pasien Jiwa Cukup Tinggi, Rumah Sakit Siapkan Strategi
Gedung instalasi jiwa yang akan dibangun di rumah sakit dr. R. Soetrasno Rembang.
Gedung instalasi jiwa yang akan dibangun di rumah sakit dr. R. Soetrasno Rembang.

Rembang – Pasien jiwa yang datang ke rumah sakit dr. R. Soetrasno Rembang, tergolong cukup tinggi. Setiap hari pelayanan, terdapat 110 – 120 orang. Karena jumlah pasien relatif banyak, maka rumah sakit kini bersiap membangun gedung pelayanan jiwa.

Kepala Seksi Pengembangan Rumah Sakit dr. R. Soetrasno Rembang, Nurdin Fahrudi mengatakan selama ini pihaknya bekerja sama dengan Rumah Sakit Karyadi Semarang, untuk menjalankan pelayanan bagi pasien jiwa tiap hari Selasa dan Kamis. Tidak hanya yang mengalami gangguan psikotik, tetapi juga pasien dengan penyalahgunaan psikotropika.

“Tiap harinya rata – rata lebih dari 100 orang pasien yang datang ke poliklinik jiwa. Ternyata pasien dengan pengaruh psikotropika tinggi juga di Kabupaten Rembang, “ jelasnya.

Nurdin Fahrudi menambahkan untuk mengoptimalkan pelayanan, pihaknya tahun ini membangun gedung instalasi pelayanan jiwa 3 lantai, dengan alokasi anggaran Rp 4,7 Miliar. Lokasinya menempati lahan yang sekarang menjadi tempat parkir motor pegawai rumah sakit, tepatnya sebelah selatan kamar jenazah.

Untuk pemanfaatan lantai 1, dijadikan bangsal rawat inap, kemudian lantai 2 sebagai klinik jiwa pasien rawat jalan. Menyangkut tenaga dokter, tidak masalah. Selain ditopang dokter dari RS Karyadi Semarang, kebetulan ada dokter dari Kabupaten Rembang mengikuti pendidikan kedokteran spesialis jiwa. Harapannya paling lambat akhir tahun 2019 sudah bisa bergabung memperkuat pelayanan.

“Kenapa lantai 1 dipakai untuk rawat inap, semata – mata untuk pertimbangan keamanan. Kalau di lantai atas, lha umpama pasien melompat gimana, bahaya kan. Totalnya ada 3 lantai, cuman yang dibangun tahun ini 2 lantai, sedangkan bagian paling atas berupa konstruksi saja, “ terang Nurdin.

Lalu untuk parkir kendaraan pegawai nantinya dipindahkan kemana ? Menurut Nurdin masih di lokasi semula, karena pada bawah gedung terdapat basement yang bisa dimanfaatkan untuk parkir. Proyek bangunan masih dalam proses lelang. Padahal saat ini sudah mendekati bulan September, sehingga dikhawatirkan waktunya terlalu mepet. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *