Mulai Ketar – Ketir, Forum Komunikasi Pelanggan PDAM Bersuara
Suasana audiensi Forum Komunikasi Pelanggan PDAM, Kamis (26/07).
Suasana audiensi Forum Komunikasi Pelanggan PDAM, Kamis (26/07).

Rembang – Khawatir terhadap penurunan debet air yang menjadi bahan baku PDAM, Forum Komunikasi Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rembang mendorong Pemerintah Kabupaten ikut turun tangan.

Hal itu disampaikan Sutono, Ketua Forum Komunikasi Pelanggan PDAM, saat audiensi dengan PDAM dan perwakilan pemerintah di ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang, Kamis (26 Juli 2018).

Sutono mengungkapkan berdasarkan pengamatan di semua sumber mata air ataupun embung, saat ini kondisinya sedang kritis. Mulai karena penyedotan untuk sektor pertanian maupun penyerobotan air.

“Hal itu memang disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kehilangan sumber – sumber air, seperti pengeboran atau pengambilan oleh oknum- oknum yang tidak bertanggung jawab, pemanfaatan air oleh petani yang berlebihan untuk pertanian. Kami mohon pemkab bisa memberikan solusi,” ujarnya.

Direktur PDAM Rembang, Muhammad Affan mengatakan, pihaknya sudah bekerjasama dengan aparat terkait untuk menekan angka pencurian air. Cara lain, pemanfaatan sumur bor milik Dinas Pertanian yang ada di Desa Gowak dan Kajar akan segera dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian Dan Pangan, untuk menambah pasokan air ke pelanggan.

“Pada bagian hulu bekerjasama dengan aparat keamanan, untuk menekan angka pencurian air. Selain itu membuat sumur bor untuk mengambil air tanah. Yang sudah itu di Desa Gowak dan Desa Kajar pada tahun 2017 namun belum termanfaatkan. Dalam waktu dekat akan menambah lagi di Desa Pamotan, “ terang Affan.

Sedangkan penanganan jangka panjang, membendung sungai Karanggeneng, sungai Randugunting, dan sungai Bagan guna memenuhi ketersediaan air bersih. Untuk melakukan hal itu, pihak PDAM segera melakukan proses perizinan kepada balai besar wilayah sungai (BBWS) Pemali Juwana.

“Pembendungan sungai belum dilakukan, mengingat sungai menjadi kewengan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana, dan membutuhkan izin, “ imbuhnya.

Sementara itu Sekda Rembang, Subakti berjanji akan menindaklanjuti, dengan mengumpulkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Ia berharap nantinya ada solusi.

Selama ini terdapat 7 sumber air baku PDAM Rembang, 4 diantaranya mengalami penurunan debit air. Diantaranya, sumber air permukaan Embung Lodan, Embung Jatimudo, Embung Grawan, dan Embung Banyukuwung Sudo. Volumenya bervariasi, antara kuat bertahan 1 sampai 4 bulan.

Sedangkan sumber air PDAM Rembang yang masih stabil meliputi sumber Semen Sale, mata air Mudal Pamotan, sumber air Pasedan – Taban, dan sumber air Kajar – Gowak, Lasem. (MJ – 81).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *