
Rembang – Belum jelasnya regulasi kompetisi Liga 4 Indonesia musim 2026/2027, berpotensi mengganggu persiapan tim PSIR Rembang.
Pasalnya Laskar Dampo Awang dalam sebulan terakhir ini tengah membangun skuad tim, bahkan sebagian besar pemain sudah terikat kontrak.
Pelatih Kepala PSIR, Khoirul Anam mengatakan apabila kompetisi Liga 4 diundur tahun depan, maka persiapan tim bisa semakin matang.
Namun disisi lain, regulasi batasan usia pemain masih menjadi tanda tanya, apakah sama dengan musim lalu atau berubah.
“Isu yang saya baca kemarin batasan usia pemainnya kelahiran 2005 2006 kalau nggak salah. Lha kemarin kita buka seleksi dari kelahiran 2004. Ini kalau sampai regulasinya benar berubah ya nggak cuma PSIR aja yang repot. Tim – tim lain yang sudah persiapan ya ikut kacau,” ungkapnya.
Anam menimpali, tim pelatih saat ini memilih tetap fokus memantapkan kerangka tim. Beberapa posisi yang masih perlu mendapat perhatian adalah penjaga gawang, bek kiri dan striker.
“Bek kiri barusan dapat pinjaman pemain dari Gresik United. Udah 4 harian ikut latihan mas. Kemungkinan tinggal negosiasi kontrak sama manajemen aja,” imbuh Anam.
Pihaknya dalam waktu dekat juga akan menggelar latih tanding dengan tim lokal Rembang, untuk semakin mematangkan kekompakan pemain.
“Sebenarnya sesama tim Liga 4 banyak yang ngajak sparing mas cuma saya bilang ke manajer sabar dulu. Untuk sementara kita latih tanding sama tim lokal. Nanti kalau sudah waktunya pasti kita lawan tim yang selevel,” pungkasnya.
PSSI belum lama ini menerbitkan surat edaran, berkaitan dengan penundaan kick off Liga 4 tingkat regional.
Dalam surat tersebut, PSSI meminta Asosiasi Provinsi (Asprov) agar tidak menggelar Liga 4 provinsi hingga ada surat edaran berikutnya, karena kabarnya bakal ada regulasi baru untuk kompetisi kasta terbawah di sepak bola nasional itu.
Saat dimintai tanggapan terkait hal tersebut, Manajer PSIR Rasno belum memberikan jawaban.
Reporter R2B sempat mengirim pesan whatsapp kepada yang bersangkutan, namun hanya dibaca saja. (Wahyu Adhi).
