Seperti Ini Menarik, Karena Sudah Lama Didambakan Masyarakat (Jalan Perbatasan Ngajaran – Blora Akan Dibeton)
Tim gabungan menggelar survei lokasi di jalan Desa Ngajaran Kecamatan Sale, Rabu (02/09).
Tim gabungan menggelar survei lokasi di jalan Desa Ngajaran Kecamatan Sale, Rabu (02/09).

Sale – Desa Ngajaran, Kecamatan Sale, dipilih menjadi lokasi pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Kodim Rembang.

Meski berada di ujung timur wilayah Kabupaten Rembang, Desa Ngajaran memiliki berbagai potensi yang dinilai dapat dikembangkan, mulai dari wisata sejarah Noyo Gimbal, sumber mata air, hingga panorama perbukitan yang masih alami.

Sasaran utama TMMD kali ini adalah pembangunan jalan penghubung dari Dusun Ngajaran menuju Desa Sendangrejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. Jalur tersebut merupakan akses strategis yang berperan sebagai pintu gerbang jalur ekonomi antar kabupaten.

Kepala Desa Ngajaran, Ngesti Yulianti, mengatakan kondisi jalan yang ada saat ini masih menyulitkan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Warga tetap menggunakan jalur tersebut meskipun harus menempuh perjalanan lebih lama dan menghadapi medan cukup berat saat ke ladang, maupun menjual hasil pertanian ke Blora.

“Kalau mau ke sawah atau jual hasil panen warga tetap melewati jalan itu, tetapi membutuhkan waktu lebih lama,” ujarnya, Rabu (2/9).

Ia menyebut Dusun Ngajaran dihuni sekitar 153 kepala keluarga, mayoritas bekerja sebagai petani. Dengan pembangunan jalan melalui TMMD, diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian.

“Harapannya perekonomian masyarakat Desa Ngajaran bisa meningkat, hasil panennya juga meningkat dan bisa dijual sampai ke wilayah Blora. Dengan akses yang lebih baik tentu bisa memangkas biaya produksi dan biaya angkut hasil panen,” tambah Ngesti.

Waktu Pelaksanaan

Kepala Bidang Pengembangan dan Penataan Desa Dinpermades Kabupaten Rembang, Bambang Priyantoro, di sela-sela survei lokasi menjelaskan jalan yang akan ditangani dalam program TMMD tersebut merupakan jalur lama yang selama ini belum pernah mendapatkan penanganan memadai.

“Jalan menuju Ngajaran yang menghubungkan akses ke Blora ini belum pernah tersentuh. Batunya masih batu kuning, batu alas zaman Belanda. Mudah-mudahan TMMD ini menjadi akhir dari cerita panjang tentang kondisi jalan yang masih berbatu dan menyulitkan masyarakat,” kata Bambang.

Ia optimis jika pembangunan jalan selesai, akses warga akan menjadi lebih cepat.

“Kalau sekarang waktu tempuhnya ke wilayah Blora sekitar setengah jam, nanti diharapkan bisa lebih cepat, sekitar 10 sampai 15 menit. Ini akan menjadi akses strategis yang memperpendek jarak dan memudahkan mobilitas masyarakat,” jelasnya.

Batiter Kodim 0720 Rembang, Dedi Budiharno, menyampaikan sasaran fisik utama TMMD Reguler kali ini adalah pembangunan jalan rabat beton sepanjang sekitar 1.300 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 16 sentimeter.

“Konstruksinya pengecoran manual menggunakan molen dan personil yang terlibat dalam TMMD,” terang Dedi.

Selain pembangunan jalan, TMMD juga mencakup pembangunan plat beton, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak lima unit, pembangunan dua unit sumur bor, serta pemasangan lampu penerangan jalan.

Di bidang nonfisik, berbagai kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat telah disiapkan, antara lain sosialisasi oleh TP PKK, pelatihan pengolahan ikan air tawar, penyuluhan kesehatan, hingga edukasi pencegahan stunting.

Dedi menyebut pelaksanaan TMMD akan berlangsung selama satu bulan, mulai 6 Oktober hingga awal November mendatang. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.