Soal Berbahasa Arab Dituntaskan, Menjadi Yang Terbaik Tingkat Jateng (Inilah Profil Chaizul Ma’aly Mujib)
Chaizul Ma’aly Mujib meraih juara 1 dalam Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2026.
Chaizul Ma’aly Mujib meraih juara 1 dalam Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2026.

Rembang – Chaizul Ma’aly Mujib meraih juara 1 dalam Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2026.

Chaizul Ma’aly Mujib merupakan siswa kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rembang (Sedan).

Anak ketiga dari empat bersaudara, pasangan Mohammad Mujib dan Shofatus Shodiqoh, warga Perumahan Puri Mondoteko Rembang tersebut, sehari-hari mondok di Pondok Pesantren Al-Furqon Sedan, yang diasuh KH. Sulaiman. Belakangan untuk hafalan Alqur’an, sudah mencapai 10-11 Juz.

Ia berhasil menjadi yang terbaik pada OBA kategori 10 murid. Sistem perlombaan, peserta mengerjakan pilihan ganda sebanyak 75 soal berbahasa Arab. Kegiatan ini berlangsung terpusat di SMA Ihsanul Fikri Kabupaten Magelang.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Moh. Mukson mengatakan madrasah-madrasah di wilayahnya tidak pernah kekurangan murid-murid berprestasi.

“Tidak perlu rendah diri, murid-murid di Kabupaten Rembang punya kesempatan yang sama,” tuturnya.

Juara 1 nantinya akan mewakili Provinsi Jawa Tengah ke tingkat nasional. Ia berharap bisa disiapkan lebih matang, supaya mendapatkan hasil terbaik.

“Tentu harus kita syukuri, alhamdulillah, semoga bisa membawa nama baik Kabupaten Rembang di tingkat nasional,” imbuh Mukson.

Selain Chaizul Ma’aly Mujib, ada pula 3 siswa dan 1 guru yang meraih juara dalam Olimpiade Bahasa Arab.

Masing-masing, Halwa Ulisamahah siswi MA Mu’allimin Mu’allimat Rembang (Juara 3), Silmi Kaffa Abdulghani siswa MTS Mu’allimin Mu’allimat Rembang (juara harapan 3), Abdalmuqsith Muntaqo Naja siswa MA Al Anwar Sarang (juara harapan 3) dan Shofa Rofiqil A’la guru MA Al Hidayat Lasem (juara harapan 1).

Muskon meminta peserta yang belum berhasil meraih juara 1 untuk tetap semangat dan bisa ikut lagi pada kegiatan serupa tahun depan.

“Yang belum meraih juara 1, masih punya kesempatan belajar lagi, lebih serius. Event ini tahunan, rutin digelar,” bebernya.

Menurutnya, Olimpiade Bahasa Arab bisa menginspirasi semua murid dan guru, untuk mengoptimalkan potensi yang ada di setiap sekolah. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.