
Rembang – Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang akan mengambil langkah-langkah penanganan, setelah kejadian siswi meninggal dunia di SMP N 2 Rembang, usai terjatuh saat jam pelajaran olahraga.
Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan mengaku pihaknya tidak mengira, kejadian tersebut akan berujung korban meninggal dunia.
“Terus terang kami shock kemarin, setelah mendengar informasi kejadian di SMP N 2 Rembang. Kami benar-benar tidak menyangka hal itu sampai berakhir dengan meninggalnya siswa kami,” tuturnya, Selasa (04 Agustus 2026).
Pihaknya berencana mengumpulkan guru olahraga (PJOK), dengan tujuan lebih berhati-hati dalam melakukan proses pembelajaran dan mencegah peristiwa serupa tidak terulang lagi.
“Kami akan gali permasalahan-permasalahan di lapangan, nanti solusinya seperti apa. Kami berharap kejadian semacam ini menjadi yang pertama dan terakhir kali di Kabupaten Rembang dan di Indonesia,” tandas Sholchan.
Sholchan menyebut meninggalnya siswi SMP N 2 Rembang sebagai musibah. Ia mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban.
“Tentunya kita semua nggak ada yang menghendaki seperti ini mas, benar-benar musibah bagi kami, bagi keluarga besar pendidikan. Kami mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga siswa, semoga siswa husnul khotimah,” imbuhnya.
Khusus guru olahraga SMP N 2 Rembang, menurutnya tetap perlu diminta penjelasan, sebagai bahan untuk mengambil langkah preventif.
“Pak guru belum kami mintai penjelasan, tetap akan kami mintai penjelasan kronologinya. Kami akan mengambil tindakan-tindakan preventif,” pungkas Sholchan.
Sebelumnya, pada hari Senin (03 Agustus 2026), siswi kelas 7.1 SMP N 2 Rembang olahraga lari jinjit, berjarak sekira 10 Meter bolak balik.
Tiba-tiba ada seorang siswi terjatuh, diduga karena tersandung kakinya sendiri. Kepala siswa membentur paving, sehingga memar di bagian dahi dan lecet pada hidung.
Siswi warga Desa Pedak Kecamatan Sulang itu, langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, sekira pukul 10.40 Wib.
Korban dinyatakan meninggal dunia sekira pukul 10.50 Wib. (Musyafa Musa).

