Puluhan Petugas Sensus Ekonomi Mengundurkan Diri, Kepala BPS Rembang Ungkap Penyebabnya
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang, Jubaedi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang, Jubaedi.

Rembang – Sekira 26 orang petugas Sensus Ekonomi di Kabupaten Rembang mengundurkan diri.

Apakah karena tidak kuat mengejar target sensus atau ada sebab lain ?

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang, Jubaedi, hari Jum’at (24 Juli 2026) menjelaskan hasil identifikasi dari 26 orang yang mundur tersebut, rata-rata karena diterima menjadi pegawai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), kemudian faktor kesehatan, ikut suami keluar kota, hingga alasan merawat orang tua berobat di luar daerah.

“Sebelumnya 20, yang baru-baru ini ada 6 orang. Alasan kesehatan itu misalnya karena hamil muda. Faktor lain-lainnya beragam,” kata Jubaedi.

Jubaedi menyebut petugas Sensus Ekonomi yang mundur, akan digantikan oleh personil lain yang dulu pernah mendaftarkan diri, namun belum lolos seleksi.

“Diganti personil baru, mengambil dari data base mitra BPS 2026 – tambahan,” imbuhnya.

Kerja petugas Sensus Ekonomi tidak bisa dianggap sebagai pekerjaan sampingan, karena mereka harus mendatangi rumah warga maupun tempat usaha. Jika dirata-rata, per orang petugas harus mendata 500 an responden.

Pertanyaan yang diajukan kepada responden tergolong sangat banyak, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas pendata.

Misalnya pertanyaan punya tabung gas berapa, listrik, punya kendaraan berapa unit, besaran penghasilan, hingga jenis usaha yang digeluti.

“Pertanyaan paling penting, apakah ada anggota keluarga yang melakukan aktivitas ekonomi tertentu. Aktivitas pertanian, perdagangan. Ketika iya, akan ditanyakan lebih ditail terkait usaha tersebut. Tujuan Sensus Ekonomi memang untuk memotret perekonomian masyarakat,” terangnya.

Menurutnya, petugas Sensus Ekonomi sudah memetakan waktu-waktu yang tepat untuk berkunjung. Kalau pagi hari, pemilik rumah pergi bekerja, bisa pula dilakukan pendataan pada sore maupun malam hari.

“Di jam-jam pagi, ketika masyarakat aktivitas, capaian pendataannya tidak sebanyak di siang hari. Jam kerja petugas kami fleksibel. Bisa sepanjang hari, malam pun bisa,” tandas Jubaedi.

Jubaedi menimpali sampai dengan Jum’at pagi (24 Juli 2026), Sensus Ekonomi sudah terdata 54,09 %, dari seluruh rumah tangga dan tempat usaha di Kabupaten Rembang. Sensus Ekonomi dijadwalkan akan berakhir tanggal 31 Agustus 2026. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.