
Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang rencananya akan kembali menggelar Rembang Expo di Balai Kartini, antara tanggal 31 Juli hingga 09 Agustus 2026.
Yang menarik, Pemkab Rembang bakal membuat gebrakan dengan menghadirkan pertunjukan dinosaurus (Dinosaur Show), untuk lebih menarik perhatian masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang, M. Mahfudz menjelaskan Rembang Expo tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan pelayanan publik, tetapi juga akan diramaikan berbagai pertunjukan hiburan untuk masyarakat.
Diantaranya pertunjukan musik, penampilan seni dari pelajar berprestasi tingkat SD, SMP, dan SMA, hingga berbagai perlombaan untuk anak-anak usia PAUD dan TK.
“Di situ nanti akan ada hiburan Dinosaur Show yang menjadi bagian dari kegiatan event ini. Kemudian ada live musik, hiburan dari anak-anak sekolah yang berprestasi, dan juga berbagai lomba untuk TK dan PAUD,” kata Mahfudz.
Mahfudz menambahkan, Rembang Expo tahun ini tetap akan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), organisasi perangkat daerah (OPD), instansi pelayanan publik, hingga berbagai komunitas.
Menurutnya, UMKM lokal akan menjadi peserta utama dengan puluhan stan yang menampilkan beragam produk unggulan daerah.
“Pusat kegiatan di Balai Kartini dan sekitarnya. Peserta yang akan mengisi itu UMKM lokal sekitar 60 stand atau booth,” ujar Mahfudz saat dihubungi, Rabu (22/7).
Sejumlah OPD yang turut meramaikan diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pariwisata, Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), serta berbagai unit pelayanan teknis lainnya.
Mahfudz menyebut total stan yang akan hadir diperkirakan mencapai sekitar 160 stan.
“Dari OPD, dinas, instansi nanti juga akan hadir sekitar 15 sampai 16 OPD. Mereka akan mengisi sosialisasi program-program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Total stan sekitar 160 stan,” jelasnya.
Ia berharap Rembang Expo 2026 dapat menjadi sarana promosi produk UMKM, media edukasi publik, sekaligus wahana hiburan bagi masyarakat dalam memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-285.
“Sebenarnya kami berencana menggelar pesta kembang api, tetapi karena ada perizinan khusus yang harus dipenuhi, kemungkinan tidak jadi dilaksanakan,” pungkasnya. (Wahyu Adhi).

