Berawal Dari Keprihatinan, Warga Kompak Urunan Ngecor Jalan (Lokasi Dusun Pundong Desa Sidomulyo Kec. Sedan)
Warga Dusun Pundong Desa Sidomulyo Kecamatan Sedan kerja bhakti melakukan pengecoran jalan, tiap hari Jum’at.
Warga Dusun Pundong Desa Sidomulyo Kecamatan Sedan kerja bhakti melakukan pengecoran jalan, tiap hari Jum’at.

Sedan – Puluhan warga Dusun Pundong, Desa Sidomulyo Kecamatan Sedan melakukan aksi swadaya membangun jalan dan tebing sepanjang hampir 300 an Meter.

Tanpa mengandalkan anggaran pemerintah, mereka bahu membahu menata akses jalan dari makam, menuju perkampungan.

Satria Tutut Wijaya, seorang perangkat desa di Dusun Pundong Desa Sidomulyo mengaku awalnya merasa prihatin, karena kondisi makam umum yang tidak terawat.

Ia sempat mengajak beberapa tetangganya untuk menggalang iuran, kemudian lama kelamaan semakin banyak warga yang peduli ikut menyumbang.

“Karena kondisi yang memprihatinkan di sekitar makam sini, kita akhirnya guyup rukun bersama-sama. Saya nggak bertindak sebagai perangkat desa, tapi sebagai warga. Saya hubungi warga lain, ada yang mau kira-kira 10 orang. Lalu terus bertambah jadi 50 an orang,” ujarnya, Jum’at (17 Juli 2026).

Dari hasil iuran masyarakat, terkumpul sekira Rp 11 Juta. Ada yang menyumbang semen, terdapat pula sejumlah donatur pihak lain, turut memberikan perhatian.

Sumbangan tersebut selanjutnya digunakan untuk memasang lampu penerangan makam, pembuatan tebing dan pengecoran jalan.

“Batu kebetulan dibantu oleh perusahaan tambang Safria dan airnya dari bapak Ridwan, lalu ada donatur-donatur lain. Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasinya,” imbuh Tutut.

Sementara itu, Saifudin, seorang warga Dusun Pundong Desa Sidomulyo mengatakan ada sekira 50 an warga terlibat dalam pengecoran jalan dan penebingan.

Mereka bergotong royong tiap hari Jum’at dan tidak menerima bayaran.

“Semangat pokoknya, kerja bhakti ngecor, mondasi, nguruk. Boten dibayar. Jam-jam sakniki biasanya ya di sawah, tapi ini karena pas hari Jum’at, ya kerja bhakti,” kata Saifudin.

Kerja bhakti masyarakat ini sudah berlangsung sejak sebelum bulan suci Ramadhan lalu dan masih terus berlanjut sampai Jum’at pekan ini.

“Kita ingin tunjukkan bahwa kita bisa asal mau gerak bareng-bareng. Nggak harus nyagerno pemerintah,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.