Gas CNG Untuk Dapur MBG, PT. RME Ungkap Dua Kelebihan. Stok Bagaimana ?? (Nyala Perdana SPPG Dorokandang)
Wakil Bupati Rembang, Moch. Hanies Cholil Barro’ didampingi Direktur PT. RME, Rizal Wijaya hadir dalam kegiatan “Nyala Perdana CNG” di SPPG Dorokandang, Senin siang (01 Juni 2026).
Wakil Bupati Rembang, Moch. Hanies Cholil Barro’ didampingi Direktur PT. RME, Rizal Wijaya hadir dalam kegiatan “Nyala Perdana CNG” di SPPG Dorokandang, Senin siang (01 Juni 2026).

Lasem – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang menggunakan bahan bakar CNG (Compressed Natural Gas) atau gas alam terkompresi.

Hal ini dianggap sebagai langkah tepat, menyusul sering terjadinya kelangkaan gas LPG yang mendera SPPG, selama penyaluran makan bergizi gratis (MBG).

Penggunaan CNG di SPPG tersebut, bekerja sama dengan PT Rembang Migas Energi (RME), sebuah badan usaha milik daerah (BUMD) Pemkab Rembang.

Wakil Bupati Rembang, Moch. Hanies Cholil Barro’, hadir saat kegiatan bertajuk “Nyala Perdana CNG” di SPPG Dorokandang, Senin siang (01 Juni 2026).

Moch. Hanies mengatakan saat ini sudah ada 72 SPPG beroperasi di Kabupaten Rembang. PT RME baru kerja sama dengan 7 lokasi SPPG, sehingga masih banyak peluang untuk dikembangkan.

“Sementara ini baru 7 (SPPG), jadi masih sisa banyak. Lebih dari 60 yang bisa diajak kerja sama, kami akan membantu mengkomunikasikan,” tuturnya.

Ia berharap langkah RME ini bisa menjadi cara, agar BUMD mampu menyetorkan keuntungan ke pendapatan asli daerah (PAD).

“Bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat, BUMD kok nggak ngasih deviden. Lhah ini mau jualan CNG,” imbuh Wakil Bupati.

Menurutnya, Pemkab Rembang sudah sering mengingatkan agar pengelola MBG membentuk ekosistem ekonomi di lingkungan sekitar, sehingga dapat terjalin kerja sama saling menguntungkan.

“Hal itu sudah saya sampaikan saat bertemu dengan pengelola SPPG, karena program MBG ini dapat melibatkan semuanya,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur PT. Rembang Migas Energi, Rizal Wijaya menyatakan pemakaian CNG lebih hemat antara 25 – 30 %, dibanding menggunakan LPG.

Selain itu, harganya juga lebih murah.

“Dari sisi harga lebih murah, dari sisi pemakaian juga lebih hemat, 25 sampai 30 %. Nanti setelah pemakaian di SPPG Dorokandang, bisa ditanya langsung,” bebernya.

Rizal menambahkan soal stok kesiapan barang, tidak perlu khawatir, karena PT. RME sudah bekerja sama langsung dengan produsen CNG di Semarang.

“Stok barang, insyaallah aman. Kalau Risiko, zero risk, asal digunakan sesuai standar keamanan,” kata Rizal.

Rizal juga menyebut jika 50 % dapur MBG di Kabupaten Rembang bekerja sama dengan RME terkait penyediaan CNG, ia memastikan tahun depan sudah bisa menyetorkan deviden ke pendapatan asli daerah.

“Soal berapanya nanti, tergantung prosentase nanti. Kita butuh effort untuk membangkitkan RME. Kita fokus CNG dulu, baru kemudian merencanakan bisnis yang lain,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.