Warga Geruduk 2 Dapur MBG, Jengkel Karena Masalah Ini (Lokasi Wonokerto Kec. Sale)
Warga Desa Wonokerto, Kecamatan Sale menggeruduk dua lokasi SPPG, Senin malam (11/05).
Warga Desa Wonokerto, Kecamatan Sale menggeruduk dua lokasi SPPG, Senin malam (11/05).

Sale – Puluhan warga Desa Wonokerto, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Senin malam (11 Mei 2026) menggeruduk dua dapur makan bergizi gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Warga mengeluh, seringnya listrik padam, diduga semenjak ada 2 SPPG berdiri di kampung mereka. Sebelum ada 2 SPPG, warga merasa listrik padam tidak separah seperti sekarang.

Asyrofi, Kepala Desa Wonokerto membenarkan listrik sering padam, terutama pada malam hari.

“Nggak ada angin, nggak ada hujan. Tiba-tiba padam, kadang habis Maghrib, kadang seusai Isya’, hampir setiap hari pak,” tuturnya, Selasa (12 Mei 2026).

Selain rawan merusak barang-barang elektronik, listrik padam juga mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu.

“Tentu terganggu. Kalau aksi demo warga Senin malam itu spontanitas, karena warga sudah jengkel,” kata Kades.

Aksi protes masyarakat yang didominasi dari kalangan emak-emak ini berjalan aman dan tidak sampai mengarah tindakan anarkhis.

Respon SPPG dan PLN

Di Desa Wonokerto, Kecamatan Sale, terdapat dua lokasi SPPG. Kepala SPPG Wonokerto 1, Achmad Wahib ketika dikonfirmasi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

Soal adanya keluhan warga, pihak SPPG Wonokerto 1, langsung meneruskan informasi kepada PLN Rembang, supaya masalah yang ada, segera diatasi.

“Kami berkomunikasi dengan PLN untuk mengatasi permasalahan ini. Harapannya, setelah ini listrik di wilayah RT 03 RW 04 tidak kerap padam lagi,” ujar Wahib.

Sedangkan Kepala SPPG Wonokerto 2 belum memberikan tanggapan, sampai berita ini diturunkan Selasa sore.

Sementara itu, Manajer PLN Rembang, Jati Kuncahyo menyatakan pihaknya hari Selasa melakukan 3 langkah, yakni investigasi lapangan, evaluasi jaringan dan langkah perbaikan.

Pertama, PLN komunikasi dengan warga, untuk memastikan penyebab gangguan.

“Kami ngobrol dengan warga, kemudian melakukan penelusuran jaringan, untuk memastikan penyebab gangguan,” bebernya.

Kedua, kekhawatiran warga soal dapur MBG, PLN mengecek beban trafo di lokasi tersebut. PLN memastikan menjaga stabilitas listrik untuk seluruh pelanggan, baik rumah tangga maupun fasilitas publik.

“Kita sudah cek beban trafo di dapur MBG/SPPG,” tandas Jati.

Ketiga, PLN Rembang melakukan perbaikan titik sambung pada jaringan tegangan terendah dan melakukan penyeimbangan beban trafo 3 titik di sekitar lokasi.

“Jika nantinya masih ada gangguan listrik padam, kami mengarahkan kepada masyarakat untuk lapor ke apilkasi PLN Mobile atau menghubungi kami, biar segera ditangani petugas,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.