Remaja Perempuan Meninggal Dunia Di Sungai, Polisi Beberkan Dugaan Penyebab
Suasana rumah duka. Tampak Kapolsek Lasem, AKP Moh. Syafi’i Karim berada di rumah duka, Rabu (15/04).
Suasana rumah duka. Tampak Kapolsek Lasem, AKP Moh. Syafi’i Karim berada di rumah duka, Rabu (15/04).

Lasem – Seorang remaja wanita meninggal dunia di sungai, belakang SMA N 1 Lasem, hari Rabu (15 April 2026), turut tanah Desa Ngemplak Kecamatan Lasem.

Wanita yang biasa dipanggil Atul, usia sekira 17 tahun tersebut, diduga menderita penyakit ayan/epilepsi. Karena diduga terjatuh ke sungai, kemudian meninggal dunia.

Kepala Desa Ngemplak, Mustaqim saat dikonfirmasi menjelaskan kondisi korban diketahui pertama kali oleh warga yang akan membuang sampah.

Saksi mengetahui korban tergeletak dan langsung berteriak-teriak meminta tolong. Korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas dan diteruskan menuju rumah sakit. Namun nyawanya tidak tertolong.

“Saat dibawa ke Puskesmas, tidak sanggup, langsung dibawa ke rumah sakit. Korban meninggal dunia, perkiraan kami karena penyakit ayan-nya kumat,” tutur Kades.

Sementara itu, Kapolsek Lasem, AKP Moh. Syafi’i Karim mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan keluarga korban.

Disebutkan bahwa korban memiliki riwayat sakit ayan sejak duduk di bangku SD.

“Waktu MTS (sekolah) dihentikan, karena sering sakit,” terangnya.

Sebelum kejadian, korban sempat duduk-duduk di pinggir sungai, samping rumahnya.

Kedalaman sungai sekira setengah Meter. Kemungkinan korban terjatuh ke sungai.

“Peristiwanya tidak dilaporkan ke Polsek. Info kejadian jam setengah 7 pagi, jam 10 meninggal dunia. Jadi bukan tenggelam ya, tapi dugaan kami terjatuh sendiri, kemudian ayannya kambuh,” kata Kapolsek.

Jenazah korban selanjutnya dimakamkan pada Rabu sore. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan