
Rembang – Mobil listrik yang nge-charge di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di halaman kantor PLN Jalan Pemuda Rembang semakin meningkat, pada musim mudik Lebaran seperti sekarang.
Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rembang, Jati Kuncahyo menjelaskan pada hari-hari biasa, mobil yang mengisi daya listrik antara 5 – 10 unit per hari, namun saat mudik Lebaran, jumlahnya bisa melampaui angka tersebut.
Mobil-mobil yang datang, didominasi dari luar Kabupaten Rembang. Untuk bisa full baterai, tergantung dari kapasitas baterai di masing-masing kendaraan. Namun umumnya, butuh waktu antara 1 – 2 jam.
“Untuk yang nge-charge di SPKLU fast charging 25 KW, yang sudah berjalan di PLN ULP Rembang, pengechasan sampai baterai full, antara 1 – 2 jam,” terangnya.
Jati menambahkan SPKLU PLN untuk sepeda motor, tersedia 6 unit mesin charge, sedangkan untuk mobil tersedia 3 unit.
“Masing-masing charger DC 25 KW, chargercore 22 KW dan tesion AC 22 KW,” imbuh Jati.
Menurut Jati, tempat pengisian daya kendaraan listrik, tidak hanya milik PLN. Namun di Kabupaten Rembang, terdapat 4 SPKLU swasta, tersebar di Kantor Pos Kragan, Kantor Pos Rembang, Kantor Pos Lasem dan Kantor Pos Pamotan.
“Ada yang milik swasta, bekerja sama dengan pihak Kantor Pos. Silahkan mampir, kalau butuh pas melintas di sekitar lokasi-lokasi itu,” bebernya.
Soal biaya, berdasarkan Peraturan Menteri ESDM, pengisian daya listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN, Rp 2.466 per kWh.
Namun untuk pengisian cepat, ada tambahan biaya maksimal Rp 25 Ribu dan pengisian sangat cepat maksimal Rp 57 Ribu.
“Misal pemilik kendaraan listrik mau mengisi sesuai dengan uang yang dibawa pun, nggak masalah. Mungkin hanya mengisi Rp 5 Ribu, bisa. Kadang mikir mau ngisi di SPKLU PLN harus dengan biaya mahal, nggak, Rp 5 Ribu pun bisa,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

