Anggaran KONI Rembang, Yukk..Bandingkan Antara Tahun 2025 Dan 2026
Bupati Rembang, Harno menghadiri Musorkablub KONI.
Bupati Rembang, Harno menghadiri Musorkablub KONI, Sabtu sore (28/02).

Rembang – Bupati Rembang, Harno blak-blakan menyampaikan alasan, kenapa Pemkab belum maksimal memperhatikan sektor pembinaan olahraga. Salah satunya adalah kondisi keterbatasan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Rembang.

Harno menyebut untuk membayar gaji pegawai saja, sekarang sudah menembus 1 Triliun 48 Miliar.

“Mohon maaf kita belum bisa memberikan maksimal. Kalau kepenginnya yo kepengin. Buat untuk yang wajib saja, gaji pegawai satu Triliun 48 Miliar sekian,” ungkapnya ketika menghadiri Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) untuk memilih Ketua Umum KONI di Pendopo Museum Kartini, Sabtu sore (28 Februari 2026).

Belum lagi, Pemkab Rembang harus mengutamakan kebutuhan wajib lainnya, seperti menanggung biaya BPJS Kesehatan masyarakat hingga Rp 37 Miliar, maupun penanganan jalan rusak.

“Wabil khusus yang sering muncul, jalan-jalan berlubang adalah kebutuhan utama. Ono opo-opo sithik, Bupatine, opo sithik Bupatine. Maka APBD dibagi-bagi untuk kebutuhan wajib dulu,” kata Bupati.

Sementara itu, Wakil Ketua KONI Kabupaten Rembang yang sempat menjadi Pelaksana Tugas Ketua Umum KONI, Zaenal Arifin membeberkan pada APBD induk tahun 2025, tidak ada anggaran sepeserpun untuk KONI.

Namun saat APBD Perubahan 2025, KONI menerima anggaran Rp 2,3 Miliar. (Termasuk untuk membiayai PSIR Rembang ikut kompetisi Liga 4_Red).

“Ada 10 cabang olahraga, jumlah hibahnya di atas Rp 50 Juta. Kemudian 300 Juta terbagi menjadi dua item, pertama kegiatan kesekretariatan KONI dan kedua untuk 30 cabang olahraga yang belum mendapatkan apresiasi dari hibah, totalnya Rp 152 Juta,” tuturnya.

Sedangkan pada tahun 2026, KONI Kabupaten Rembang akan menerima anggaran sebesar Rp 3,3 Miliar.

“Salah satunya untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah,” imbuh Zaenal.

Mohon Maaf

Menurutnya, saat kualifikasi Porprov Jawa Tengah, atlit-atlit Kabupaten Rembang yang lolos, sebanyak 70 atlit, tersebar di 16 cabang olahraga.

“Meliputi billiard, bola voli, bridge, bulu tangkis, catur, panjat tebing, golf, pencak silat, pentaque, rugby, sambo, selam, taekwondo, tenis meja, wushu dan Xianggi (catur China klasik),” terangnya.

Ia berharap prestasi Kabupaten Rembang di Porprov akan lebih baik, menyodok masuk 25 besar, dibandingkan Porprov tahun 2023 lalu yang menempati urutan 30 besar.

“Kita bersama-sama bangkit untuk meningkatkan prestasi, yang lolos, sanggup ? Kemarin kita di 30 besar, semoga kita bisa naik menjadi 25 besar,” ujar Zaenal.

Dalam kesempatan tersebut, pria warga Desa Padaran Rembang ini memohon maaf, apabila selama menjadi Pelaksana Tugas Ketua Umum KONI masih banyak kekurangan.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya, selama jadi Pelaksana Tugas Ketua dari tanggal 03 September 2025 sampai 02 Maret 2026. Kalau ada kekurangan, sekali lagi mohon maaf dan kita sambut kepemimpinan baru,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan