Pemkab Rembang Dikritik, Agar Lebih Perhatian Dengan Area Publik (Salah Satunya Free Wifi)
Layanan Free Wifi : Ada perbedaan antara Alun-Alun Rembang dan Alun-Alun Blora.
Layanan Free Wifi : Ada perbedaan antara Alun-Alun Rembang dan Alun-Alun Blora.

Rembang – Sejumlah warga di Rembang menyarankan supaya tempat-tempat publik, seperti kawasan Alun-Alun dan ruang terbuka Taman Tugu Lilin sebelah timur kantor Bappeda, dilengkapi dengan wifi gratis.

Sunandar, seorang warga menyebut layanan internet gratis akan sangat berguna untuk masyarakat. Apalagi bagi dirinya, setelah olahraga di Alun-Alun, bisa menggunakan fasilitas tersebut kalau seandainya ada.

“Kalau di rumah pakai wifi sendiri. Sekarang sudah sangat jarang beli kuota internet. Pas di luar bawa HP, nggak punya kuota. Misal di Alun-Alun Rembang ada free wifi kan malah lebih enak. Saya rasa ada saja orang yang butuh internet saat kondisi urgent atau mendesak. Apalagi pas nggak punya uang atau jauh dari counter yang jualan kuota,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Abdul Wahab. Ia mengaku sering nongkrong di Taman Tugu Lilin. Menurutnya, lokasi tersebut selalu ramai pada waktu siang maupun malam hari.

Wahab membandingkan dengan kota-kota lain, banyak sekali lokasi free wifi di ruang fasilitas publik. Menurutnya, hal itu sebagai bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

“Saya tuch ya mas, beberapa kali COD an barang kan, pas nggak punya kuota internet. Cuman membayangkan kenapa Pemkab Rembang kok nggak ada ide buat kasih layanan free wifi. Dikasih plang atau tanda yang jelas, Free Wifi, jadi warga tahu dan sewaktu-waktu bisa makai. Ibaratnya buat jadi jujugan gitu. Misal ada free wifi, tapi nggak dikasih tanda, ya masyarakat nggak akan tahu,” kata Wahab.

Sementara itu, pejabat baru Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Rembang, Budiyono menyatakan sebenarnya dulu di area Alun-Alun dan Taman Tugu Lilin sudah pernah ada wifi gratis.

Namun sekarang sudah tidak aktif. Hal ini akan menjadi bagian rencana kedepan untuk diaktifkan kembali.

“Kadang ada orang iseng, colokannya dicabut, sehingga nggak bisa akses. Kemudian informasi dari temen-temen, layanan free wifi sudah nggak sepenting seperti dulu, karena sekarang sudah mudah akses internet. Tapi kalau memang ada permintaan masyarakat, boleh kita tindaklanjuti,” kata Budiyono, Rabu (21 Januari 2026).

Budiyono menambahkan bagi Dinas Kominfo, untuk mewujudkan layanan free wifi di area fasilitas umum, bukan hal yang sulit.

Selama ini, kendala non tekhnis seperti orang iseng mencabut colokan untuk free wifi yang harus dicarikan solusinya.

“Syukur-syukur dilengkapi kamera CCTV, jadi siapa yang nyabut colokan dapat kita ketahui atau dicarikan solusi alternatif lain, yang sekiranya orang sulit untuk berbuat iseng,” imbuhnya.

Jika dibandingkan dengan Kabupaten Blora, Pemkab setempat sudah memberikan layanan free wifi untuk 39 titik fasilitas umum, termasuk Alun-Alun Blora.

Di Kabupaten Pati, ada 9 titik untuk mengakses wifi gratis di tempat-tempat umum. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.