
Rembang – Olahraga billiard di Kabupaten Rembang sudah mengalami perubahan secara signifikan, belakangan ini.
Dari yang semula kental dengan nuansa perjudian, sekarang berubah ke arah trend gaya hidup, menyusul semakin banyak bermunculan rumah-rumah billiard berizin dan mengutamakan kenyamanan.
Ketua Persatuan Olahraga Billiard Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten Rembang, Dumadiyono menuturkan perubahan cara pandang tersebut, semakin menggairahkan olahraga billiard di tengah masyarakat.
“Kalau dulu kan orang memandang billiard, seolah-olah dengan judi, kesan negatif, nah sekarang nggak, justru lebih ke arah life style atau gaya hidup. Soalnya rumah billiard, salah satu syarat utama adalah tanpa judi. Makanya banyak kan tertulis di depan rumah billiard, Salam Biliar Tanpa Judi,” ujarnya.
Tidak hanya didominasi oleh pemain atau atlet, rumah-rumah billiard sering dikunjungi anak-anak muda atau bahkan sekeluarga untuk sekedar mengisi waktu santai.
“Mau bisa billiard atau nggak, yang penting nyoba. Buat hiburan, refreshing, bawa anak isteri ke rumah billiard, sudah hal biasa. Malam Sabtu, malam Minggu, ramai sekarang. Billiard jadi olahraga keluarga,” kata pria yang akrab disapa Yon Valent ini.
Dumadiyono menambahkan kabar menggembirakan lagi, 1 pemain billiard dari Kabupaten Rembang berhasil lolos ke ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah di Semarang raya tahun 2026, yakni Edi Santoso, yang juga merupakan mantan pemain PSIR Rembang.
Edi Santoso sekaligus mencatatkan sejarah bisa lolos ke Porprov, karena cabang olahraga Billiard Kabupaten Rembang sudah sangat lama tidak meloloskan atletnya ke event tersebut.
“Kita kan termasuk pengurus baru ya. Begitu ada Pra Porprov, kita kirim 8 atlet, nah yang lolos ke Porprov 1, mas Edi Santoso. Kalau melihat kemampuannya, saya kok optimis berpeluang meraih medali,” terangnya.
Dumadiyono juga mendorong semakin banyak turnamen billiard, untuk menjaring atlet-atlet potensial. Menurutnya, jumlah peminat turnamen berlimpah, bahkan sampai ada antrian daftar tunggu.
“Selama 4 bulan terakhir kita kan buat turnamen rutin. Di Rembang, di Lasem dan Kragan, full peserta. Misal kuota 60 pemain, yang daftar hampir 100 orang. Saya kira bagus kedepan untuk mencari bibit-bibit penerus billiard Rembang,” pungkas anggota DPRD Rembang ini. (Musyafa Musa).

