Tak Semudah Dibayangkan, Membuat Pasar Rembang Sementara (Biaya Relokasi Wowww)
Pengecekan Pasar Kambing yang akan menjadi tempat relokasi pedagang Pasar Rembang, selama proses pembangunan pasar. Jaraknya dari Pasar Rembang sekira 300 an Meter.
Pengecekan Pasar Kambing yang akan menjadi tempat relokasi pedagang Pasar Rembang, selama proses pembangunan pasar. Jaraknya dari Pasar Rembang sekira 300 an Meter.

Rembang – Pasar Kambing Desa Sumberjo Rembang akan menjadi tempat pasar sementara, jika Pasar Rembang jadi dibongkar dan direvitalitasi.

Kepala Bidang Pasar Dan Pedagang Kaki Lima Dinas Perdagangan Koperasi Dan UKM Kabupaten Rembang, Herry Martono menjelaskan Pemkab sudah menganggarkan Rp 360 Juta untuk pembangunan tempat relokasi pedagang, serta Rp 50 Juta untuk kebutuhan persiapan lainnya.

Dari anggaran itu, baru bisa menampung 96 pedagang, padahal total pedagang Pasar Rembang sebanyak 2.155 orang.

“Penyediaan tempat relokasi sementara bagi pedagang merupakan salah satu syarat utama dalam proses revitalisasi pasar. Hal ini penting agar kegiatan ekonomi para pedagang tetap berjalan selama proses pembangunan berlangsung,” ungkapnya.

Anggaran tersebut menurutnya masih sangat kurang, karena berdasarkan penghitungan bersama konsultan, pembangunan tempat relokasi pedagang membutuhkan biaya sekira Rp 3 miliar.

“Untuk sekat-sekatnya, kami akan menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Perhitungan awal kami mencapai Rp 6,5 miliar, tetapi kami sedang meminta revisi perencanaan kepada konsultan untuk efisiensi biaya, mengingat durasi pembangunan hanya sekitar 1 sampai 1,5 tahun. Kami berharap dapat menurunkan biaya menjadi sekitar Rp 3 miliar, dan pemerintah akan mengoptimalkan subsidi dengan anggaran sekitar Rp 1 miliar pada tahun depan,” beber Herry.

Herry menambahkan pedagang yang akan diprioritaskan menempati relokasi adalah pedagang yang aktif berjualan. Guna menghemat biaya, sebagian area relokasi akan dibangun tanpa atap bagi pedagang pelataran.

“Kami akan utamakan pedagang yang selama ini menempati kios dan los. Beberapa pedagang yang biasanya berjualan di pelataran pasar juga akan dipindahkan ke tempat relokasi ini dengan kondisi yang lebih sederhana, tanpa atap,” jelas Herry.

Rencana relokasi sementara ini telah mendapatkan persetujuan dari para pedagang. Paguyuban Pedagang Pasar Rembang juga turut mengawal proses tersebut.

“Sudah ada penandatanganan persetujuan dari semua pihak, termasuk teman-teman dari paguyuban yang ikut mengawal proses ini. Kami juga telah membentuk tim khusus dari paguyuban yang terdiri dari koordinator untuk masing-masing zona, agar informasi kepada pedagang tersampaikan dengan jelas,” terangnya.

Jika semua tahapan lancar, Pasar Rembang akan dibangun pada tahun 2026 mendatang. Desain awal semula 3 lantai, tetapi berubah menjadi 2 lantai, sesuai arahan dari Kementerian Pekerjaan Umum. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.