
Rembang – Maryono, anggota DPRD Rembang dari Desa Karangharjo Kecamatan Sulang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Gollkar Kabupaten Rembang, dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI di Hotel Pollos Rembang, Selasa (14 Oktober 2025).
Maryono bertekad ingin mengembalikan kejayaan Golkar Kabupaten Rembang. Kalaupun dalam Pemilu mendatang belum bisa meraih 7 kursi atau 1 kursi setiap daerah pemilihan, pihaknya menargetkan dapat membentuk fraksi sendiri atau minimal 4 kursi DPRD.
“Dengan kesolidan kita, semua temen-temen pengurus, dari desa sampai kecamatan, muda-mudahan Golkar bisa bangkit dan siap mengembalikan kejayaan Golkar. Do’akan semoga amanah ini bisa saya jalankan sebaik-baiknya,” tandas Maryono.
Maryono menambahkan proses Musda berjalan lancar, karena kebetulan ia menjadi calon tunggal.
“Yang daftar calon ketua cuman saya, nggak ada yang lain. Saya ucapkan terima kasih kepada Ketua DPD Golkar sebelumnya, mas Anjar Krisniawan,” bebernya.
Pesan Provinsi
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh mengingatkan dulu Golkar Kabupaten Rembang pernah menjadi pemenang Pemilu Legislatif, dengan menempatkan Djoemali sebagai Ketua DPRD Rembang.
Tapi karena perbedaan pendapat, termasuk perpecahan ketika Musda, lama kelamaan suara Golkar semakin merosot.
“Bahkan pak H. Djoemali (Almarhum) pindah ke Nasdem,” ungkapnya.
Saleh mengajak agar Musda Golkar Kabupaten Rembang kali ini bisa menjadi momentum untuk bangkit kembali.
“Mari bersatu, tingkatkan konsolidasi dan kolaborasi untuk menaikkan kursi. Kita punya kader-kader potensial. Apalagi Pilkada kemarin kita mendukung pak Bupati Harno, harapannya kita punya 1 kursi di setiap Dapil,” kata Saleh.
Lebih lanjut Saleh mendorong supaya kaderisasi partai Golkar berjalan maksimal, dengan melibatkan kaum millenial dan Gen-Z.
“Rembang masyarakatnya agamis, NU di sini luar biasa. Apabila kader-kader NU ingin aktif di Partai Golkar, maka kami dengan tangan terbuka akan menerima. Kepengurusan kedepan bisa memasukkan Ormas-Ormas, baik NU, Muhammadiyah, maupun alumni-alumni organisasi mahasiswa. Ini penting supaya Partai Golkar, tidak hanya itu-itu saja. Kalau itu-itu saja, partai Golkar akan semakin kecil, semakin kecil,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

