
Rembang – Bupati Rembang, Harno menargetkan semua badan usaha milik daerah (BUMD) sehat pada tahun 2026.
Pihaknya tahun 2025 ini mulai melakukan penataan, termasuk mengisi jabatan pimpinan BUMD.
Harno menegaskan jika nantinya Direktur yang baru tidak mampu, ia tak akan menunggu waktu terlalu lama. 1 tahun berjalan ternyata belum optimal, akan langsung dievaluasi.
“Akan saya selesaikan tahun ini clear. Saya berusaha tahun 2026 semua BUMD sehat. Apabila tahun 2026 masih ada BUMD yang tidak sehat, saya tidak lama-lama, 1 tahun direkturnya akan saya evaluasi,” tandasnya.
Harno mengaku masuk sendiri menelusuri kondisi BUMD. Ia mencontohkan perusahaan daerah air minum (PDAM) yang kini bernama Perumda Air Minum Banyumili Rembang.
“Yang perlu saya masuk, saya akan masuk sendiri, karena basic saya wong swasta. Macem-macem wis tak lakoni kabeh. Yang perlu saya masuk, saya masuk,” kata Bupati.
Harno membenarkan sampai saat ini belum mengisi Direktur Perumda Air Minum, karena harus benar-benar memastikan situasi PDAM.
Menurutnya, ada dua fokus perhatian yakni pelayanan dan pendapatan. Kedua sektor itu belum berjalan optimal. Ada beberapa hal yang ia temukan untuk perbaikan kedepan.
“Sengaja belum saya isi direkturnya, karena saya ingin mempelajari semuanya. Pelayanan masyarakat sering ada WA masuk (keluhan). Kedua adalah pendapatan. Sudah saya temukan titik-titik yang perlu diperbaiki. Nanti tahun 2026, saya pastikan pelayanan dan pendapatan dividen ke daerah,” imbuhnya.
Besaran Dividen
Begitu pula dengan PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ), Harno menyiapkan skema penataan BUMD, sebelum mengangkat direktur baru.
Mulai masuk sendiri, melibatkan auditor, hingga memasukkan tim untuk memperbaiki.
“Bisa saja memasukkan orang-orang tertentu untuk mempelajari semuanya. Kalau sudah bisa dipelajari, apa yang perlu diperbaiki, saya tahu komplit, baru akan saya isi (direkturnya),” pungkas Bupati.
Sebelumnya, keberadaan sejumlah BUMD menuai sorotan, karena bertahun-tahun tidak menyetorkan dividen, untuk menambah pundi-pundi pendapatan daerah.
PDAM sendiri yang terbaru menyetor dividen ke kas daerah tahun 2025 sebesar Rp 639 Jutaan. Kalau ditotal dividen dari BUMD mencapai Rp 11,8 Miliar.
Paling tinggi Bank Jateng Cabang Rembang Rp 9,4 Miliar, PT BKK Lasem Rp 1,2 Miliar, Bank Pasar Rp 167 Juta, PT Aneka Rembang Rp 142 Juta dan BKK Kaliori Rp 108 Juta. (Musyafa Musa).

