
Sulang – Siapa warga Kabupaten Rembang dengan usia tertua ? Nah..liputan ini kami persembahkan untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-284.
Berdasarkan data tertulis Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang, rekor warga tertua per tahun 2025 ini dipegang oleh Mbah Wiji, wanita warga Desa Kunir Kecamatan Sulang, kelahiran tanggal 01 Juli 1920, sehingga usianya 105 tahun.
Khotib, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dindukcapil menjelaskan sebenarnya ada tiga kandidat penduduk tertua, bahkan lebih dari usia 115 tahun. Namun setelah dicek, ternyata sudah meninggal dunia.
“NIK-nya masih aktif, karena yang bersangkutan sudah meninggal dunia, namun belum dilaporkan ke kami,” ungkapnya, Jum’at (25 Juli 2025).
Manusia tertua di Kabupaten Rembang akhirnya jatuh ke sosok Mbah Wiji, tinggal di RT 01 RW 03 Desa Kunir. Menurut Khotib, usia semacam itu tergolong sudah sangat langka.
“Kalau kita melakukan pelayanan keliling kepada Lansia di desa-desa, sangat langka sekali warga usianya di atas 100 tahun,” kata Khotib.
Kepala Desa Kunir Kecamatan Sulang, Kasmani mengungkapkan Mbah Wiji tidak punya suami, karena sudah lama meninggal dunia. Sehari-hari Mbah Wiji tinggal bersama anaknya, Sukarti.
“Kebetulan bu Sukarti juga sudah tidak punya suami (meninggal dunia),” terangnya.
Kasmani juga menyebut Mbah Wiji merupakan sosok langka.
“Sekarang usia 80, 90 tahun saja sudah jarang mas. Apalagi lebih dari 100,” imbuh Kades.
Mbah Wiji memiliki dua orang anak, tapi salah satunya meninggal dunia. Sehari-hari Mbah Wiji dirawat oleh anaknya, Sukarti.
Sukarti menceritakan ibunya saat masih muda sangat aktif. Profesi terakhir yang digeluti sebagai tukang pijat.
“Jadi nggak mau nyantai, orangnya nggak mau diam. Di rumah, kalau ada halaman kotor, ya langsung nyapu, bersih-bersih. Mungkin karena seneng gerak kesana kemari gitu, alhamdulillah dikasih panjang umur,” ungkapnya.
Namun baru sekira tiga bulan terakhir kondisi Mbah Wiji menurun, sehingga harus terbaring di tempat tidur. Meski demikian secara umum masih tampak sehat.
“Sudah nggak bisa diajak komunikasi. Makannya saya suapi, buah yang disenangi pisang. Untuk mandi, disibin. Tapi kalau pas cucunya di rumah semua, dibantu ya tetap mandi mas,” imbuh Sukarti.
Sukarti mengaku bersyukur ibundanya mendapatkan berkah panjang umur. Ia sendiri tidak pernah mengira, Mbah Wiji merupakan warga tertua di Kabupaten Rembang.
“Kalau malam ya saya temani, tidur di sebelahnya. Ini posisi tidurnya dekat dapur, biar memudahkan pengawasan saya ketika lagi memasak,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

