
Lasem – Seorang pria di Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem, tinggal bersama ratusan burung dara atau merpati.
Mulyono namanya. Ia mengaku sejak kecil senang memelihara burung. Ketika jumlahnya semakin banyak, sering burung diberikan secara cuma-cuma kepada teman-teman dekatnya.
Tapi Mulyono memathok syarat burung indukan yang ia berikan, jangan sampai disembelih.
“Kasihan lah, nggak tega. Kalau anak-anaknya sudah banyak, monggo kalau mau digoreng. Tapi indukannya jangan,” ujarnya.
Mulyono menambahkan pernah seekor burung betina diberikan kepada warga Kecamatan Gunem, justru pulang kembali ke rumahnya.
“Sudah 1 Minggu itu. Orangnya sana telefon ini burung kok nggak ada, eh pas saya duduk, burungnya tiba-tiba sudah bertengger di samping saya,” kata Mulyono.
Terjauh ia pernah memberikan burung ke seseorang warga di Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati. Ternyata, burung tersebut juga kembali lagi ke rumahnya di Desa Gedongmulyo.
“Yang Dukuhseti itu, udah ada 6 bulan malah. Yang betina hilang, tinggal yang jantan. Lhah yang jantan itu balik ke sini. Orang Dukuhseti waktu video call ya kaget, lho kok sudah sampai situ,” imbuhnya.
Menurut Mulyono, salah satu kecerdasan burung Merpati, adalah daya ingatan yang sangat kuat.
Soal pakan, rata-rata ia memberikan jagung sebanyak 2 Kg setiap hari. Jika tidak mendapatkan pakan yang cukup, sering kali burung-burung tersebut menyerbu masuk ke dalam rumah, mencari makanan seadanya.
“Mencari roti atau bahkan makan nasi. Ya begitu mau bagaimana lagi, wong isteri sama anak-anak saya ya sudah memahami kebiasaan seperti ini. Soalnya burung nggak biasa cari makan di alam bebas,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

