
Bantul – Meski tidak muda lagi, namun kemampuan dan pengalaman Efendi “Bendot” sebagai pesepakbola asal Kabupaten Rembang masih menjadi daya tarik bagi tim luar daerah.
Buktinya, pemain berusia 35 tahun tersebut kini menjadi andalan Persika Karanganyar, tim yang masih berlaga di Liga 4 Nasional.
Saat dihubungi via telepon Rabu (14/05) siang, Efendi menceritakan awal mula ia bergabung dengan Persika karena mendapat tawaran langsung dari manajemen Karanganyar.
Kala itu ia spontan menolak, karena kendala izin kerja sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kab. Rembang.
“Jadi waktu itu selesai pertandingan PSIR lawan Persika di Karanganyar, bos Persika datang ke saya untuk ngajak gabung. Cuma waktu itu saya jawab sulit dapat izin kerja,” terangnya.
Namun ketertarikan Persika terhadap Efendi bukan candaan semata. Setelahnya, pihak manajemen Persika langsung menghubungi Bupati Rembang, Harno untuk melakukan komunikasi terkait izin kerja Efendi.
“Saya ya sudah bilang nggak bisa sama bosnya Persika tapi ternyata mereka serius dan langsung hubungi Pak Bupati. Untuk urusan ijin akhirnya beres sudah mengetahui Kepala Dinas, BKD dan Pak Bupati,” imbuh pria asal Desa Waru tersebut.
Menurut Efendi, adaptasi di tim baru cukup memakan waktu. Namun berkat kerja keras selama latihan, ia berhasil mencuri hati pelatih sehingga dipercaya tampil sebagai pemain inti.
“Awalnya ya susah juga karena intensitas latihannya tinggi. Apalagi setelah selesai dari PSIR kan ada jeda 1 bulan itu sama sekali nggak latihan,” pungkasnya.
Langkah Persika Karanganyar di Liga 4 Nasional sendiri cukup apik. Selain menjadi tim paling produktif, Persika juga berhasil meraih tiket promosi ke Liga 3 musim depan setelah berhasil melaju hingga babak 8 besar.
Tanggapan BKD Rembang
Sementara itu Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Rembang, Miftachul Ikhwan Anggoro Kasih membenarkan bahwa Efendi sudah mengajukan izin cuti dan sudah disetujui Bupati.
“Ini saya cek kalau untuk statusnya non ASN benar beliau sebagai non ASN yg sudah tercatat pada database BKN dan lolos seleksi PPPK tahap I. Setahu kami untuk ijinnya berasal dari nota dinas Kepala Dinlutkan yang disampaikan kepada Pak Bupati atas permohonan cuti yang bersangkutan,” jelas Ikhwan melalui pesan whatsapp. (Wahyu Adi).

