
Rembang – Komunitas panco atau gulat tangan di Kabupaten Rembang mengintensifkan sparing rutin.
Salah satunya mengincar event Minggu pagi di kawasan Alun-Alun Rembang.
Mereka menyiapkan peralatan seperti meja untuk panco di pojok utara. Para pecinta olahraga panco pun saling beradu kekuatan, sehingga menarik perhatian pengunjung Alun-Alun.
Salah satu pegiat olahraga panco dari Desa Dresi Kulon Kecamatan Kaliori, Muhammad Ridwan Nurhidayat mengatakan pihaknya sengaja memanfaatkan moment Minggu pagi di Alun-Alun, agar semakin mudah mengenalkan olahraga tersebut kepada masyarakat.
“Kalau anggota komunitas kita ini baru belasan anak, dari Rembang sendiri. Diusahakan ada sparing rutin tiap Minggu pagi, itung-itung buat mengenalkan, biar semakin banyak peminatnya. Soalnya kalau Minggu pagi kan ramai di sini,” kata Ridwan, Minggu (25 Mei 2025).
Ridwan menambahkan apabila semakin banyak peminat, bisa saja nantinya digelar event panco. Tak hanya untuk olahraga, tetapi juga menjadi sarana hiburan.
“Untuk yang olahraga menampar pipi, baru di luar negeri, tampaknya di sini belum dilegalkan. Kita sementara olahraga panco saja mas. Soal event, kami menginduk dengan Pati, jadi harus izin sama ketuanya di Pati, kalau mau buat event,” beber pemuda yang masih kuliah di Universitas Terbuka (UT) Rembang ini.
Sementara itu, seorang pengunjung Alun-Alun Rembang, Wahyudi mengaku sempat penasaran mencoba kekuatan otot tangannya bermain panco.
Ia mendukung semangat anak-anak muda Rembang tampil dalam wadah komunitas panco.
“Daripada mengarah yang negatif seperti balapan liar, atau bahkan Narkoba, ya baguslah seperti ini. Kumpul-kumpul sama temen-temen, adu kekuatan tangan. Biasanya kalau sudah seperti itu, dengan sendirinya mereka akan jaga pola hidup sehat,” tuturnya. (Musyafa Musa).

