Meski Tidak Jor-Joran Atribut, Kubu Harmonis Tetap Optimis
Joko Supriyadi, juru bicara pasangan Harmonis, dengan latar belakang baliho Harno – Hanies.
Joko Supriyadi, juru bicara pasangan Harmonis, dengan latar belakang baliho Harno – Hanies.

Rembang – Tim Harno – Moch. Hanies Cholil Barro’ (Harmonis) akan langsung tancap gas menambah alat peraga kampanye, setelah pengundian nomor urut hari Senin (23 September 2024).

Juru bicara Harmonis, Joko Suprihadi mengatakan kalau sekarang atribut Harno – Hanies dianggap masih sedikit, pihaknya menunggu momentum pengundian nomor urut.

Tujuannya, alat peraga kampanye yang akan dipasang sudah lengkap dengan nomor urut.

“Seperti banner, baliho dan yang lain, kita memang menunggu pengundian nomor urut. Setelah dapat nomor berapa, kita langsung perbanyak, supaya alat peraga kampanye yang dipasang, lebih lengkap dengan nomor urut,” ujar Joko, Minggu (22 September 2024).

Elektabilitas Meyakinkan

Joko Suprihadi menambahkan meski jumlah atribut Harmonis belum terlalu banyak, namun ia optimis pasangan Harmonis mendapatkan kepercayaan sangat tinggi dari masyarakat.

Hal itu terbukti dengan survei yang direlease oleh lembaga Alvara Research Center dari Jakarta, elektabilitas Harmonis sudah melampaui 67 %.

“Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada Harmonis. Kami sebagai tim sukses Harmonis, sekali lagi banyak-banyak terima kasih,” imbuhnya.

Joko berharap bagi masyarakat yang belum menentukan pilihan, tidak perlu ragu-ragu dengan pasangan Harmonis, karena sejak awal bertekad membawa perbaikan untuk Kabupaten Rembang.

“Beliau berdua merupakan sosok pengalaman. Pak Harno sudah pernah jadi anggota DPRD tiga periode, sebagai ketua partai Demokrat dan Gus Hanies sudah 1 periode jadi Wakil Bupati. Modal ini meyakinkan untuk kita, beliau berdua akan membawa kesejahteraan bagi warga Kabupaten Rembang,” tandas Joko.

Pria warga Kelurahan Magersari Rembang ini optimis elektabilitas Harmonis akan terus naik, menjelang hari pencoblosan 27 November mendatang, jika melihat gelombang dukungan akhir-akhir ini. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.